Kisah Mariyah dan Hafshoh, Istri Rasulullah ﷺ?

Kisah Mariyah dan Hafshoh, Istri Rasulullah ﷺ?

Kisah Mariyah dan Hafshoh, Istri Rasulullah ﷺ?

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan ustadz pada artikel ini https://bimbinganislam.com/gara-gara-wanita-dari-mesir/

Yang diceritakan ini Mariyah itu sudah sah jadi istri nabi tapi nabi berkata pada Hafshoh, dia itu haram untuknya. Bisa bantu dijelaskan karena saya masih belum mengerti.

(Disampaikan oleh Sahabat BIAS, T09-G16)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Laahaula wa laa quwwata illaa billaah

Nabi ﷺ ketika mengatakan kepada hafshah -radhiyallahu ‘anha- bahwa mariyah -radhiyallahu ‘anha- telah haram (Dhihar, maksudnya Nabi ﷺ tidak akan berhubungan dengan mariyah -radhiyallahu ‘anha- sebagaimana hubungan suami istri), nah hal itu memiliki beberapa sebab dan tujuan, diantaranya adalah :

1. Nabi ﷺ mengadakan pertemuan dengan mariyah -radhiyallahu ‘anha- tanpa izin dari hafshah. walaupun mariyah -radhiyallahu ‘anha- sudah halal bagi Rasulullah ﷺ.

2. Beliau ﷺ mengatakan hal tersebut agar Hafshah -radhiyallahu ‘anha- tidak menceritakan kepada yang lainnya, dan agar hafshah ridha. Karena nabi ﷺ memasukkan seorang istri yang lainnya kedalam rumah hafshah dan dalam hari yang merupakan jatah hafshah -radhiyallahu ‘anha-

Dan cerita ini dibawakan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Beliau. Tentang sanadnya perlu dilihat lagi.

Tapi anggaplah cerita itu memang benar-benar terjadi, maka kita harus tahu, beberapa hal :

1. Nabi ﷺ terjaga dalam syariat
Tidaklah ia mengucapkan dari hawa nafsu. akan tetapi itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” (An-Najm : 3-4)

Andaisaja Muhammad mengada-ada sebagian perkataan atas (nama) Kami, Pasti akan kami pegang dia pada tangan kanannya (akan kami tindak keras), Kemudian kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya)” (Al-Haaqqah : 44-47)

2. Nabi ﷺ juga terjadi dari kesyirikan dan mensekutukan Allah ﷻ.

3. Nabi ﷺ juga terjaga dari kedustaan dalam menyampaikan risalah.

4. Beliau ﷺ juga terjaga dari melakukan dosa besar.

“Dan sungguh, engkau berada diatas akhlak yang mulia (agung)” (Al-Qalam : 4)

Demi Allah aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan orang yang paling bertaqwa” (HR. Al-Bukhari no 5063 dan Muslim no 1041)

Lalu tentang apakah Nabi ﷺ pernah berbuat salah dalam dosa kecil ?

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah terjatuh dalam dosa kecil, akan tetapi para ulama ini mengikuti keyakinan ini dengan beberapa hal :

1. Allah ﷻ tidak akan menyetujui hal ini, pasti akan ada teguran. dan pasti Allah ﷻ akan mengarahkan Nabi ﷺ kepada kebenaran. dan terkadang Nabi ﷺ ditegur dengan keras. seperti dalam surat ‘abasa.

2. Kesalahan tersebut berasal dari ijtihad dan tidak ada kesengajaan.

3. Kesalahan beliau ﷺ ini tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk mencela atau merendahkan beliau ﷺ.

Contohnya adalah seperti saat beliau ﷺ lupa dalam shalat, yang harusnya 4 rakaat akan tetapi beliau ﷺ shalat hanya dua rakaat sebagaimana dalam hadits muslim 574.

4. Jika Nabi ﷺ terjatuh dalam kesalahan pasti beliau bertaubat dan ini menjadikan beliau semakin tinggi kedudukannya disisi Allah ﷻ.

Apakah Nabi ﷺ pernah bersalah dalam perkara dunia ?

Jawabannya adalah iya,
Sebagaimana dalam pendapat beliau tentang perkawinan kurma, pendapat beliau saat memilih tempat pada perang badar,

Sehingga saat kita tahu ada kesalahan dari beliau, pasti akan kembali kepada penjelasan diatas. sehingga tidak boleh seorang mencela atau merendahkan Nabi ﷺ, akan tetapi beliau adalah seorang rasul dan seorang hamba, bahkan beliau pernah mengatakan :

إنما أنا بشر أنسى كما تنسون فإذا نسيت فذكروني

Aku adalah manusia seperti kalian, bisa lupa sebagaimana kalian juga bisa lupa, jika aku lupa, maka ingatkanlah aku !” (HR. Al-Bukhari 401 dan Muslim 572)

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq

Referensi :
1. Tafsir Ibnu Katsir
2. Makanah Sunnah An-Nabawiyah

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, حفظه الله تعالى
📆 Selasa , 05 Rajab 1440 H/ 12 Maret 2019

CATEGORIES
Share This

COMMENTS