Kiamat Sudah Dekat

Kiamat Sudah Dekat

Kiamat sudah dekat! Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, adakah diantara antum merasa bahwa waktu yang kita jalani saat ini terasa sangat cepat? Atau bahkan antum sudah seringkali merasa demikian? “Ndak terasa sudah hari Senin lagi yah?”, “Baru kemarin rasanya Jumatan, eh sekarang sdh hari Jumat lagi”, diantara kita mungkin sering mendengar celetukan seperti itu. Termasuk momen special seperti Romadhon pun banyak diantara kita yang tak sadar tentang kehadirannya. Maka hal ini mestinya jadi salah satu bahan Muhasabah bagi kita, khususnya Ummat Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam.

Disebutkan dalam Hadits Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تقومُ السَّاعةُ حتَّى يتقارَبَ الزَّمانُ، فتَكونُ السَّنةُ كالشَّهر، والشَّهرُ كالجُمُعةِ، وتَكونُ الجمعةُ كاليَومِ، ويَكونُ اليومُ كالسَّاعةِ، وتَكونُ السَّاعةُ كالضَّرمةِ بالنَّارِ

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai zaman saling berdekatan, sehingga satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jum’at (satu pekan), dan satu Jum’at seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti menyalakan api” [HR Tirmidzi 2332].

Dalam riwayat yang lain disebutkan;

وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ

“Dan sejam bagaikan terbakarnya selembar daun kurma” [HR Ahmad 10521].

Berkaitan dengan hadits diatas, Syeikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzohulloh mengatakan :

الجواب: نعم الحديث صحيح ومعروفتقارب الزَّمان في أخر الوقت حتى يكون الأسْبُوع كاليوم ويكون الشَّهر كالأسْبُوع ويَتَقَارَبْ الزَّمان، إما واللهُ أَعْلَم أن هذا لاِنْشِغَالِ الناس وتَمُر عليهِم الأيام وهم مشغُلُون وﻻ يدرُون عنها، وَإمَا أن الزَّمان نفسه يتقارب ويَتَقَاصَر والله أعلم.

“Hadits ini shahih dan ma’ruf. Zaman saling berdekatan di akhir zaman satu pekan seperti satu hari, satu bulan seperti satu pekan. Dan makna “zaman saling berdekatan”, Wallohu A’lam, adalah sangat sibuknya manusia sehingga mereka melewati hari-hari dengan penuh kesibukan sehingga tidak menyadari waktu. Dan bisa jadi juga maknanya zaman benar-benar saling berdekatan dan semakin singkat. Allohu A’lam”.

Dari penjelasan diatas, telah dikatakan bahwa kesibukan manusia lah yang menjadikannya salah satu sebab zaman saling berdekatan atau waktu terasa makin cepat. Dan jika kita telaah lebih lanjut, diantara hal yang menunjang kesibukan manusia adalah kemajuan teknologi, transportasi, serta komunikasi.

Bayangkan, ada diantara kita yang sarapan di Yogyakarta, makan siang di Singapura, dan makan malam di Jeddah, semua ini tak akan terjadi tanpa kemajuan transportasi, suatu hal yang mustahil dilakukan zaman dahulu, sebab untuk melintasi bagian bumi tertentu saja membutuhkan waktu berhari-hari, tidak secepat saat ini.

Begitupula dengan teknlogi komunikasi, sering kita jumpai sebagian orang rapat dengan orang lain dibelahan bumi yang lain tanpa harus tatap muka secara langsung, sehingga orang bisa berkali-kali rapat dalam sehari, dan dengan orang yang berbeda-beda. Ibarat kata, pekerjaan yang mestinya dilakukan dalam waktu sepekan bisa tuntas dalam sehari, maka orang-orang pun berlomba-lomba mengisi waktunya dengan pekerjaan yang lain, agar semakin produktif, semakin profit, dll akhirnya banyak orang yang semakin sibuk dan tenggelam dengan dunianya.

Karenanya saudaraku, fitnah dunia (keindahan dan kecanggihan teknologi transportasi maupun komunikasi) walaupun ada sisi kebaikannya, namun sejatinya juga sesuatu yang berbahaya. Sesuatu yang dikhawatirkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diceritakan oleh Abu Sa’id Al-Khudriy rodhiallohu ‘anhu, yakni saat Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam duduk diatas mimbarnya dan dikelilingi oleh sahabat-sahabatnya, lalu bersabda;

مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِي مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا

“Sejatinya diantara hal yang paling aku takutkan atas kalian sepeninggalku adalah ketika dibukakan atas kalian keindahan dunia dan perhiasannya” [HR Bukhori 1465 dan Muslim 1052]

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa sadar akan bahayanya Fitnah Dunia, dan selalu ber-Muhasabah diri setelah menyadari bahwa hal tersebut ada dalam keseharian kita.

Ditulis oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah
(Kontributor BimbinganIslam.com)

Ref:
http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16803

CATEGORIES
Share This

COMMENTS