Ramadhan

Khutbah Iedul Fitri 1443H: Istiqomah Setelah Ramadhan

Khutbah Iedul Fitri 1443H: Istiqomah Setelah Ramadhan

Amrullah Akadhinta

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نتوب اليه و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم و شر الأمور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلاله و كل ضلالة في النار

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang pada hari ini telah memberikan kita nikmatNya. Dia beri kita nikmat umur dan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka menjalankan perintahNya untuk menunaikan sholat Ied ini. Dia berikan pada kita nikmat iman dan islam sehingga kita bisa menjalankan kewajiban kita di bulan Ramadhan dengan segala aktivitas ibadah di dalamnya. Kenikmatan untuk bisa beribadah itulah yang patut kita syukuri dan itu lebih baik dari dunia yang kita kumpulkan. Allah berfirman

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ‎﴿٥٨﴾‏

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Yunus: 58)

Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia dalam segala sisi kehidupan. Allah ta’ala berfirman

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (al Hasyr: 8)

Sholawat dan salam semoga juga tercurah pada para sahabat beliau, keluarga beliau dan seluruh umatnya yang beristiqomah mengikuti sunah beliau hingga akhir zaman.

Kami wasiatkan untuk bertakwa kepada Allah ta’ala dengan sebenar-benar takwa dan istiqomah di atas ketakwaan sehingga kita mendapatkan akhir kehidupan yang baik, yang husnul khotimah. Allah ta’ala berfirman:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ‎﴿١٠٢﴾‏

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran: 102)

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah,

Satu bulan Ramadhan telah berlalu. Bersyukurlah bagi orang yang telah Allah berikan taufik untuk bisa mengisinya dengan beragam ketaatan & ibadah kepada Allah. Namun, satu hal mesti kita perhatikan bahwa status kita sebagai hamba Allah tidak tercabut selepas Ramadhan. Kewajiban untuk beribadah dengan berbagai bentuknya tetaplah menjadi kewajiban kita. Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ‎﴿٩٩﴾‏

“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian).” (al Hijr: 99)

Tingallah tugas kita setelah Ramadhan ini untuk mengistiqomahkan hati dan jiwa kita dalam ketaatan kepada Allah. Agar kita senantiasa lurus mengikuti jalan Allah, mengikuti petunjukNya, mengikuti al Quran dan sunnah NabiNya. Allah ta’ala berfirman memerintahkan kepada NabiNya dan juga seluruh hamba-hambaNya:

فَلِذَٰلِكَ فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ

“Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah istiqomah sebagai mana diperintahkan kepadamu” (asy Syura: 15)

Keistiqomahan itulah amalan yang dicintai oleh Allah. Dalam satu hadits, Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya, “Amal apa yang paling dicintai oleh Allah?”. Maka beliau menjawab.

أَدْوَمُها وإنْ قَلَّ

“Yang paling konsisten, walaupun sedikit” (HR Bukhari)

Maka jangan sampai kita beribadah dengan sangat banyak di bulan Ramadhan, kemudian keluar dari Ramadhan kita tinggalkan ibadah itu sama sekali. Allah tak menyukai amalan seperti itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah,

Ada beberapa hal yang dapat membantu kita untuk istiqomah di atas ketaatan setelah Ramadhan ini berlalu. Amalkanlah dan mudah-mudahan kitab isa mendapatkan husnul khotimah.

Pertama, berdoalah kepada Allah agar kita diberikan keistiqomahan. Semua kebaikan yang bisa kita lakukan adalah taufik dari Allah, maka mintalah kebaikan kepadaNya termasuk istiqomah hati kita di atas ketaatan, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Allah mengajarkan kita do’a:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ ‎﴿٨﴾

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (Ali Imran: 8)

Kita juga bisa membaca doa yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat Yang Membulak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agamu” (HR Imam Tirmidzi & Ahmad)

Kedua, pelajari agama Allah, pelajari Islam, pelajari al Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah yang akan menguatkan hati kita untuk istiqomah yang selanjutnya akan menjadikan lisan dan anggota tubuh kita pun bisa senantiasa beristiqomah. Allah berfirman tentang al Quran:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ‎﴿٨٢﴾‏

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (al Isra: 82)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang menuntut ilmu,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Siapa yang Allah inginkan kebaikan, maka akan Dia jadikan orang tersebut paham agama” (HR Bukhari & Muslim)

Maka sisihkan waktu kita untuk belajar agama, seminggu sekali atau 2 kali. Belajar al Quran, Hadits, akidah, fikih, akhlak dan lain-lain dari agama ini. Jangan sampai kita menjadi orang yang ahli dalam urusan dunia, namun bodoh dalam urusan agama, takt ahu kewajiban-kewajiban kita dan apa saja yang harus kita jauhi.

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah,

Kiat ketiga agar kita bisa istiqomah setelah Ramadhan adalah dengan tetap berusaha mengerjakan ibadah-ibadah yang biasa kita lakukan di bulan Ramadhan. Mungkin tidak sebanyak yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan, namun jangan sampai kita tinggalkan sama sekali. Jangan sampai kain indah yang kita rajut di bulan Ramadhan, kita cabik-cabik Kembali setelah Ramadhan dengan meninggalkan kewajiban dan mengerjakan yang diharamkan. Allah berfirman memberikan permisalahn,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali,” (an Nahl: 92)

Perkara yang wajib berupa sholat, kewajiban harta dan lainnya, tetap kita kerjakan dengan sebaik mungkin. Hal-hal yang haram, kita tinggalkan. Amalan-amalan sunnah, kita coba konsistenkan untuk mengerjakannya. Setelah puasa di bulan Ramadhan ada puasa syawal, senin-kamis dan lain-lain. Setelah kita biasa sholat tarawih di bulan Ramadhan, biasakan pula untuk sholat malam setelahnya, minimal kita sholat witir 3 rokaat. Setelah kita biasa bersedekah, memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, tetaplah mengalokasikan Sebagian rezeki yang kita peroleh untuk kebaikan itu, walaupun tidak sebanyak di bulan Ramadhan.

Setiap kita mungkin dimudahkan untuk mengamalkan amalan sunnah ini dengan pintu yang berbeda-beda. Dari manapun kita dimudahkan memasukinya, maka manfaatkan sebaik-baiknya. Yang Allah mudahkan untuk bisa sholat sunnah, manfaatkan sebaik-baiknya. Yang Allah mudahkan untuk bisa bersedekah, manfaatkan sebaik-baiknya. Yang Allah mudahkan untuk bisa banyak puasa, manfaatkan sebaik-baiknya. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ ‎﴿٤﴾‏ فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ‎﴿٥﴾‏ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ‎﴿٦﴾‏ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ ‎﴿٧﴾‏

“sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (al Lail: 4-7)

Kiat keempat agar kita bisa istiqomah setelah Ramadhan, adalah mencari lingkungan yang baik dan menjauhi lingkungan yang buruk. Cari teman-teman yang baik yang mendukung kita untuk beramal salih, jauhi teman-teman yang buruk yang bisa menjerumuskan kita dalam perkara yang Allah haramkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ: كَحَامِلِ المِسْكِ، وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحامِلُ المِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحًا طيِّبةً، ونَافِخُ الكِيرِ إِمَّا أَن يَحْرِقَ ثِيابَكَ، وإمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا مُنْتِنَةً

“Sesungguhnya permisalan teman duduk yang salih dan teman duduk yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, boleh jadi ia memberikannya padamu, boleh jadi engkau membeli darinya atau minimalnya engkau dapatkan bau yang harum. Adapun pandai besi, boleh jadi apinya membakar Sebagian pakaianmu atau engkau mendapatkan bau yang tak sedap darinya.” (Muttafaqun alaih)

Pengaruh teman dan lingkungan ini luar biasa bagi diri seseorang. Seseorang bisa berubah dari buruk menjadi baik karena teman dan lingkungan yang baik, Sebaliknya, seseorang bisa berubah dari baik jadi buruk karena lingkungan yang buruk. Maka pilih-pilihlah dengan siapa kita berteman. Dengan orang yang baik, dekati mereka, bermusyawarahlah dan bertukar pikiran dengan mereka. Dengan orang-orang yang berakhlak buruk, tak perlu bergaul terlalu akrab, komunikasi seperlunya saja.

Kiat kelima, perbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah. Keistiqomahan kita pasti akan diuji dan adakalanya kita tergelincir dari jalan istiqomah. Saat itu, segeralah tersadar dan segeralah kembali pada Allah dengan taubat dan istighfar. Allah berfirman,

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

“maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya” (Fushshilat: 6)

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah,

Itulah 5 kiat agar kita bisa istiqomah setelah Ramadhan. Pertama, berdoa meminta keistiqomahan pada Allah. Kedua pelajari agama Allah, pelajari al Quran dan Sunnah Rasulullah. Ketiga, pertahankan amal solih kita walaupun tidak seintensif bulan Ramadhan. Keempat, cari lingkungan yang baik dan jauhi lingkungan serta teman-teman yang buruk. Kelima, perbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah.

Keistiqomahan ini sangat layak kita perjuangkan, karena keistiqomahan ini adalah sarana terpenting menuju husnul khotimah, akhir kehidupan yang baik. Allah ta’ala berfirman

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ‎﴿٣٠﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (Fushshilat: 30)

Para ulama menjelaskan bahwa turunnya malaikat pada orang ini adalah ketika sakaratul maut, ketika nyawa hendak berpisah dari raganya. Dalam keadaan bingung tak tahu ke mana, datanglah malaikat menyambut dan memberikan ketenangan. Itulah husnul khotimah yang akan didapatkan oleh mereka yang istiqomah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd

Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah,

Semoga penjelasan ringkas ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita orang-orang yang istiqomah setelah Ramadhan. Amin ya Rabbal alamin.

Baca Juga:  Hukum Menjalankan Puasa Mutih

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button