hotIbadah

Khasiat Surat-Surat Al-Qur’an Dalam Kehidupan

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Khasiat Surat-Surat Al-Qur’an Dalam Kehidupan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan khasiat al-qur’an dalam kehidupan. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah ustadz, ada yang menyampaikan seperti ini berbagai khasiat surah Al-Qur’an (disarankan sering kamu baca).

1. Al-Waqi’ah (Dipermudah memperoleh rezeki)
2. Al-Hajj (Segera bertemu jodoh & menikah)
3. Ad-Dhuha (Menghindari lalai atau lupa)
4. Al-Falaq (Menghindari sihir,santet,orang jahat)
5. Al-Fatihah (Jika rindu seseorang)
6. Yaasiin (Mempermudah segala urusan)
7. Ar-Rahman (Mendapat syafaat di hari Kiamat)

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه، ومن والاه، أما بعد:

Tidak diragukan bahwa Al-Qur’an semua isinya ada petunjuk yang diambil, ada hikmah yang didapatkan, ada kelezatan dan pahala dari setiap hurufnya, di samping ada beberapa keutamaan dari beberapa surat yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad sallahhu `alaihi wasallam, yang kepadanya Allah telah menurunkan dan menjelaskan dengan segala apa yang dibutuhkan oleh manusia.

Terkait dengan pertanyaan di atas, sebagaimana yang kita yakini bahwa amaliyah seorang hamba dan meyakini dan menjalankannya tidak akan bisa lepas dari petunjuk sumber agama islam ini atau petunjuk dari para sahabat yang paling mengetahui bagaimana tafsir dan aplikasinya dalam kehidupan seorang muslim.

Karenanya dibutuhkan dalil/dasar pendukung dari segala apa yang disebutkan di soal. Kami tidak /belum mendapatkan penjelasan terkait dengan keutamaan surat surat yang disebutkan, bila ada maka riwayat tersebut ternyata lemah tidak bisa di jadikan sebagai pijakan dalam beramal.

Misal hadist yang menyebutkan tentang keutamaan surat al-Waqiah:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا

“Barangsiapa membaca surat al-Wâqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya”

Hadits di atas dikeluarkan oleh al-Hârits bin Abu Usâmah dalam kitab Musnad-nya, no. 178, dikeluarkan pula oleh Ibnu Sunniy dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah, no. 674, dan dihukumi lemah oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Âhadits Dha’îfah, 286 dan Dha’îf al-Jâmi’, 5773.

Beliau sampaikan bahwa imam Ahmad bin Hambal, Imam Abu Hâtim ar-Râzi, imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Imam ad-Daruquthni, al-Baihaqi dan selainnya melemahkan hadits ini. Demikian juga hadits yang berbunyi:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا، وَمَنْ قَرَأَ كُلَّ لَيْلَةٍ {لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ} لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ فِي صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

Barangsiapa membaca surat al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya. Dan barangsiapa setiap malam membaca Surat al-Qiyâmah maka dia akan berjumpa dengan Allâh pada hari kiamat sedangkan wajahnya bersinar layaknya rembulan di malam purnama.

Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailami dari jalan Ahmad bin Umar al-Yamami dengan sanadnya sampai Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma. Hadits ini disebutkan juga oleh Imam as-Suyuthi dalam Dzailul Âhâdîts al-Maudhû’ah, no. 177.

Imam Ahmad berkata,” Ahmad al-Yamami adalah rawi yang kadzdzab (yang suka berdusta). Para ulama menghukuminya sebagai hadits palsu. [LihatSilsilah Âhâdîts adh-Dha’îfah, no. 290].

Sehingga, ambillah keseluruhan dari bacaan Al-Qur’an, tanpa membedakannya, kecuali telah mendapatkan hadist/landasan yang kuat dari keutamaannya, serta berdoa dan berusahalah dengan apa yang diinginkan dari rezki, harta, jodoh, kebagusan/kecantikan, anak dan sebaginya.

Dengan bertabaruk/mencari keberkahan dengan Al-Qur’an secara umum, tanpa harus membedakan dan memilih surat yang dibaca, insyaallah Allah akan berikan apa yang kita inginkan.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Rabu, 24 Syawal 1443 H/ 25 Mei 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button