ArtikelFiqih

Kewajiban & Urgensi Berthaharah dan Jenis-Jenis Thaharah

Kewajiban & Urgensi Berthaharah dan Jenis-Jenis Thaharah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Kewajiban & Urgensi Berthaharah dan Jenis-Jenis Thaharah, selamat membaca.


Sobat Hijrah, ada satu amalan yang disebut Rasulullah sebagai “Separuh Iman”, apa itu? Itulah ibadah Thaharah atau bersuci atau membersihkan diri. Yuk kita bahas lebih dalam… Allah memerintahkan Rasulullah untuk membersihkan diri, dan tentunya ini juga pesan buat kita semua:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ

“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS Al-Muaddatsir : 4)

Nih dalilnya, Rasulullah menyebutkan bahwa bersuci itu separuh iman : Abu Malik Al Asy‘ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersuci adalah setengah dari keimanan” (HR. Muslim)

Selain itu, kita tau juga kalo amalan-amalan penting dalam Islam, mesti dilakukan dalam keadaan suci & bersih dari najis. Contohnya, sholat, thawaf dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Allah tidaklah menerima shalat salah seorang di antara kalian ketika ia berhadats sampai ia berwudhu.” (HR Bukhari & Muslim)

Kemudian Dalil Lain

Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bercerita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat meng-imami para sahabat, tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandal-nya, lalu beliau letakkan di sebelah kirinya. Para jamaah yang melihat itu langsung melepaskan sandal mereka. Seusai shalat, Rasulullah bertanya : ‘Mengapa kalian melepas sandal kalian?’

Kami melihat anda melepaskan sandal anda, kami pun melepaskan sandal kami.’ Jawab para sahabat.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Jibril ‘alaihis shalatu was salam mendatangiku, beliau menyampaikan bahwa di kedua sandalku ada kotoran…” (HR. Abu Daud 605 dan dishahih- kan al-Albani)

Nah, buat kamu yang kepengen masuk surga, coba deh amalan ini: jaga wudhu. Kalo batal? Segera wudhu lagi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal:

Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.”

Bilal menjawab,

“Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Macam-Macam Thaharah

Bingung dengan macem2 jenis thoharoh? Gak usah bingung! Prinsipnya gini: Bersuci/Thaharah ada 2 kategori besar:

Bersuci dari kotoran yang terlihat: contohnya membersihkan diri dari najis. Abu Hurairah menuturkan: “Seorang arab badui berdiri dan kencing di Masjid, lalu orang- orang ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam pun bersabda kepada mereka: “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air, atau dengan seember air, sesungguhnya kalian diutus untuk member kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan.” (HR. Bukhari No. 217)

Bersuci dari kondisi yang tidak suci: contohnya mensucikan diri dari hadats kecil & hadats besar seperti wudhu, mandi & tayamum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Tidak ada shalat bagi yang tidak ada wudhu.” (HR. Abu Daud)

Nah, tentang membersihkan diri dari kotoran najis, para ulama membagi najis menjadi 3 macam. Berikut pembagian & cara membersihkannya:

    1. Najis berat (mughallazhah): contohnya ter-kena air liur anjing. Dibersihkan dengan air 7 kali, salah satunya dicampur tanah. Dalilnya adalah Sabda Nabi (): “tujuh kali. Cucian yang pertama dengan tanah (debu).” (Muslim no. 279).
    2. Najis sedang (mutawassithoh) : contohnya: kotoran manusia, darah haidh, madzi, dan selainnya. Dibersihkan dengan air sampai hilang bau, warna & rasa. Nabi () bersabda: Air itu suci, tidak dapat dinajiskan oleh sesuatu.” (HR. Ahmad)
    3. Najis ringan: contohnya kencing bayi laki2 yang hanya minum asi aja. Dibersihkan dengan dipercik air. Sabda Nabi (): “Kencing bayi perempuan itu dicuci, sedangkan bayi laki-laki diperciki.” (HR. Abu Daud dan An- Nasa’i)

Kalo membersihkan diri dari hadats besar & kecil, gimana? Bisa dengan mandi, wudhu dan tayammum. Tapi insyaallah pembahasan ini akan kita bahas pada pertemuan yang akan datang ya.

Sobat Hijrah, demikian pembahasan kita kali ini. Semoga Allah memudahkan kita untuk membersihkan diri kita lahir & batin, serta memberikan keistiqomahan kepada kita.

Disusun oleh:
Ustadz Amrullah Akadhinta, ST.  حفظه الله
Jumat, 16 Shafar 1443 H/ 24 September 2021 M


Ustadz Amrullah Akadhinta, ST.
Beliau adalah Sekretaris jenderal KIPMI, direktur operasional BimbinganIslam (BiAS), direktur TwitUlama, dan aktif di yayasan dan lembaga lainnya.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله  
klik disini

 

Baca Juga :  Jenazah Memiliki Rambut Pirang, Apa yang Harus Dilakukan?

Amrullah Akadhinta

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button