IbadahKonsultasi

Kewajiban Sesama Muslim Jika Saudara Semuslim Meninggal

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Kewajiban Sesama Muslim Jika Saudara Semuslim Meninggal

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Kewajiban Sesama Muslim Jika Saudara Semuslim Meninggal, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Ta’alla senantiasa melimpahkan rahamt-Nya Kepada Ustadz dan Tim. Ijin bertanya ustadz.

Apakah wajib dishalati jenazah seorang muslim tapi pada masa hidupnya dia tidak pernah sholat kecuali hanya pada shalat Ied atau jarang sholat? Pernah saya belajar kepada seorang petugas pemulasaran jenazah wanita dari Rumah Sakit Islam, mereka menggunakan 7 kain untuk membungkus jenazah wanita (1 Jilbab, 1 baju, 1 kain sarung atau rok, 1 kain yang sudah dibentuk sedemikian rupa menjadi celana dalam dan 3 kain pembungkus luar).

Apakah hal tersebut ada dalilnya yang memperbolehkan? Pada saat memandikan jenazah, apakah boleh tangan si mayit dalam keadaan bersedekap baik saat posisi diwudhukan ataupun dimandikan?

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Kewajiban kifayah bagi sesama muslim apabila ada saudaranya yang meninggal dunia ialah melakukan pemulasaraan terhadap jenazah. Pemulasaraan di sini meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan dan menguburkan. Tidak akan timbul masalah jika jenazah merupakan seorang muslim yang taat. Persoalan akan muncul apabila ternyata selama masa hidupnya, jenazah merupakan seorang muslim yang tidak taat. Salah satu indikasinya ialah dia tidak pernah terlihat melaksanakan shalat atau jarang sekali. Apakah tetap wajib kifayah melakukan pemulasaraan terhadap jenazah yang tidak pernah atau jarang shalat?

Untuk muslim yang mengaku jarang shalat wajib 5 waktu, lalu dia wafat, maka bagi para tokoh agama Islam biasanya (boleh) tidak ikut shalat jenazah sebagai peringatan bagi yang masih hidup. Adapun bagi muslim secara umum selama dia tahu bahwa mayit itu adalah masih muslim, maka wajib kifayah baginya tetap berlaku untuk menyalatkan jenazah tersebut. Dalam fatwa ahli ilmu;

وَيَجِبُ تَجْهِيْزُ كُلِّ مُسْلِمٍ مَحْكُوْمٍ بِإِسْلاَمِهِ وَاِنْ فَحِشَتْ ذُنُوْبُهُ وَكَانَ تَارِكًا لِلصَّلاَةِ وَغَيْرِهَا مِنْ غَيْرِ جُحُوْدٍ وَيَأْ ثَمُ كُلُّ مَنْ عَلِمَ بِهِ لَوْقَصَّرَ فىِ ذَالِكَ لأَِنَّ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وِقَايَةٌ لَهُ مِنَ الْخُلُوْدِ فىِ النَّارِ هَذاَ مِنْ حَيْثُ الظَّاهِرِ وَاَمَّا بَاطِنًا فَمَحَلُّ ذَالِكَ حَيْثُ حَسُنَتِ الْخَاتِمَةُ بِالْمَوْتِ عَلَى الْيَقِيْنِ وَالثَّابَتِ عَلَى الدِّيْنِ فَاْلأَعْمَالُ عُنْوَانٌ

“Wajib mengurus mayat setiap muslim yang masih tetap keislamannya meskipun sangat keji dosa-dosa (besar) yang telah dilakukan dan dia meninggalkan shalat dan lainnya tanpa menentang kewajiban. Setiap orang yang mengetahuinya adalah berdosa atau bersikap teledor atau masa bodoh terhadap hal tersebut. Karena kalimah tauhid adalah penjagaan baginya dari kekal dalam neraka. Ini adalah dari segi lahir. Adapun dalam masalah batin maka tempatnya adalah sekira dia memperoleh husnul khatimah dalam kematiannya secara yakin dan tetap dalam agama. Adapun amal-amal ibadah adalah tanda-tanda yang menunjukkan keyakinan tersebut”. (Bughyah al-Mustarsyidin, hal. 92).

Adapun untuk pemulasaran jenazah wanita dan soal tata cara memandikan mayit seperti yang anda sebutkan, maka hukumnya boleh jika ada hajat dan kebutuhan tentang hal tersebut.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button