Opening WAG BIAS
KonsultasiUmum

Ketinggalan Sunnah lalu Bersedih Apakah Termasuk Gangguan Iblis?

Ketinggalan Sunnah lalu Bersedih Apakah Termasuk Gangguan Iblis?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Apakah orang yang merasa sedih berlarut (seperti menyesal sekali) jika ketinggalan shalat atau ibadah sunnah termasuk gangguan iblis ? Namun ibadah wajibnya normal dilaksanakan.

Jazakallahu khairan

(Disampaikan oleh Juahir di Malang Admin BIAS N06)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Didalam syarah mandhumah tanda-tanda sehatnya hati karya Syaikh Abdurrazzaq , yang dalam bahasa arabnya adalah “شرح كتاب منظومة في علامات صحة القلب” disebutkan bahwa termasuk sehatnya hati adalah ada rasa penyesalan yang ia rasakan ketika terlewatkan ibadah rutinnya, melebihi rasa penyesalan ketika ia kehilangan uang atau kehilangan kesempatan emas.

BACA JUGA
Baca Juga:  Bolehkah Membaca Mushaf Al Quran Saat Menjadi Imam Sholat Jamaah?

Semoga Anda termasuk seorang yang masih sehat hatinya, dan teruslah beramal dengan ikhlas, jangan sampai rasa sedih itu menghalangi dari menjalankan ibadah yang lain.

Untuk mendownload buku pdf nya silahkan kunjungi berikut ini :

Dan pembahasan ini pada halaman : 39
Baarakallahu fiikum

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc حفظه الله تعالى
📆 Selasa , 26 Rajab 1440 H/ 02 April 2019

Baca Juga:  Apa Hukum Gadai Tambak

Ustadz Ratno, Lc.

Beliau adalah alumni Arabic Language Institute, King Saud University Riyadh Saudi Arabia Tahun 2013. Alumni S1 Jurusan Hadits, Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Tahun 2014-2018. Begitu juga alumni S2 Study Qur'an Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2019-2021. Aktivitas beliau sekarang adalah sebagai Dewan Pembina Yayasan Anak Muslim Ceria. Pengisi Kajian Radio Muslim Yogyakarta. Pengajar Ma'had Al-Ilmi Yogyakarta, Ma'had Darussalam Asy-Syafi'i Yogyakarta, dan beberapa kajian online maupun offline di Yogyakarta dan sekitarnya.

Related Articles

Back to top button