Ketika Sholat Fardhu Dijamak, Apakah Dzikirnya 2x Saat Itu?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Ketika Sholat Fardhu Dijamak, Apakah Dzikirnya 2x Saat Itu?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang ketika sholat fardhu dijamak, apakah dzikirnya 2x saat itu? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillāh. Asslāmu’alaikum ustadz. Semoga Allāh selalu merahmati ustadz dan seluruh umat muslim. Ustadz apakah dzikir setelah shalat fardhu tetap berlaku jika shalat dijamak? Bagaimana pelaksanaannya, apakah hanya satu kali atau dua kali karena shalat dijamak? Jazākallāhu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Dzikir setelah shalat berlaku untuk seorang yang safar atau mukim, sehingga ia tidak gugur tatkala seorang melakukan safar dan dengan shalat yang diqashar atau dijamak.

Maka seseorang tetap disunnahkan untuk membaca dzikir yang diperintahkan untuk dilakukan. Cukup dengan menjalankannya sekali saja, tidak perlu dua kali, walaupun hal itu diperbolehkan.

Berkata Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ta`alaa:

الظاهر في الأذكار أنه يكتفى فيها بذكر واحد؛ لأن الصلاتين صارت كأنها صلاة واحدة، فيكتفى فيها بذكر واحد، لكن يكتفى بالأعم، فمثل المغرب مع العشاء يسن في المغرب أن يذكر الله عشر مرات [يعني يقول : لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد ، وهو على كل شيء قدير] ، وفي العشاء ثلاث مرات، فليأخذ بالأكثر؛ لأن الأقل يندرج بالأكثر، وإن أتى لكل واحدة بذكر فلا أرى في هذا بأساً ، والأول كافٍانتهى

Dhahirnya dalam dzikir tersebut cukup dilakukan dengan sekali dzikir, karena dua shalat tersebut seolah menjadi satu, sehingga cukup dengan melakukan satu dzikir. (sebaiknya) mencukup dengan dzikir yang lebih umum/besar cakupannya, semisal dzikir yang dibaca di waktu maghrib dan isya`, pada dzikir (maghrib) disunnahkan membaca 10 kali pada bacaan,”

لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد ، وهو على كل شيء قدير

Dan di shalat isya (dzikir di atas) dibaca 3 kali, maka hendaknya ia baca yang terbanyak, karena (hakikatnya) ia telah memasukkan bilangan yang lebih kecil.

Jika seseorang berkenan membaca dzikir (sesuai dengan jumlah) sholat yang ditunaikan, maka saya melihatnya tidak mengapa, namun yang lebih utama adalah cukup (sekali saja).” (Liqoat Albab Maftuh : 1/259)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Rabu, 2 Rabiul Awal 1444 H/ 28 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
situs togel dentoto https://sabalansteel.com/ https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs togel situs toto toto 4d dentoto omtogel http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/