Adab & AkhlakArtikelKonsultasi

Ketika “Pintamu” Tak Kunjung Dikabulkan (2)

Ketika “Pintamu” Tak Kunjung Dikabulkan (2)

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang ketika pinta tak kunjung dikabulkan bagian 2.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Apakah boleh jika saya selalu mempersingkat doa-doa saya (terutama pada saat saya sedang terburu-buru atau imannya lemah) dengan mengucapkan “Ya Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Mengabulkan, dengan kasih sayang-Mu dan Maha Kelembutan-Mu, tolong kabulkan semua doa yang sudah pernah saya panjatkan kepada-Mu, terutama sejak awal tahun 2019 sampai sekarang. Aamiin Ya Rabbal Alamin” ? (Kadang-kadang ditambahkan dengan permintaan-permintaan mendesak lainnya.)

Alasan saya mengatakan “…sejak awal tahun 2019 sampai sekarang” karena saya tidak tahu dan merasa takut terhadap doa-doa yang saya panjatkan atau katakan di tahun-tahun sebelumnya, takut salah. Dan juga karena pada saat mulai tahun 2019, Alhamdulillah saya diberikan hidayah oleh Allah ﷻ untuk bisa beragama Islam lebih baik dari sebelumnya.

Lalu, Alasan saya mempersingkat doa-doa saya dengan mengucapkan itu karena pada saat itu, saat iman saya sedang lemah, saya pernah memaksakan diri untuk meminta kepada Allah ﷻ segala/banyak hal yang biasa saya inginkan pada saat iman saya sedang tinggi. Namun walhasil, saya menjadi stress dan berkurang semangat saya dalam berdoa.

Baca Juga :  Bagaimana Sikap Merawat Orang Tua yang Sering Membuat Emosi?

Mohon maaf sekali jika terlalu panjang. Mohon bantuannya Ustadz, Jazakallah khair.

(Disampaikan Oleh Fulan – Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Cerdas Tentang Keadilan Allah Yang Maha Mulia

Pertama, yang harus kita ingat adalah Allah Ta’ala itu adalah Maha Adil, keadilan-Nya yang Sempurna itu tidak bercampur dengan kezaliman sedikitpun, Keadilan ini meliputi setiap waktu dan tempat. Baik itu pada masa lampau, masa sekarang, yang sedang terjadi, akan terjadi, atau tidak terjadi sekalipun, maupun masa yang akan datang, dimana pun makhluk itu berada, maka keadilan hukum dan takdir Allah Ta’ala selalu menyertai mereka.

Masalahnya sekarang adalah nafsu syahwat manusia yang tidak terkendali, seolah-olah apa yang belum Ia dapat, apa yang belum Ia raih adalah tanda kegagalan dan ketidaksuksesannya. Padahal, boleh jadi itu adalah terbaik baginya.

وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Ketika “Pintamu” Tak Kunjung Dikabulkan

Sebagian orang selalu mengeluh kepada Allah Yang Maha Pemurah “Kenapa doa saya tidak terkabulkan juga sampai sekarang?”. Padahal, saya rajin sholat dan rajin menghadiri Kajian Majelis Ta’lim. Apakah Allah Ta’ala murka dengan saya?!

Sering kita mendengar perkataan seperti ini dari saudara-saudara kita, bahkan boleh jadi sering terbetik dalam hati kita sendiri. Namun, pernahkah kita memikirkan atau merenungkan kenapa jawaban dari doa itu tak kunjung datang?

Ketahuilah, Wahai Saudaraku, doa setiap hamba Allah itu, yang berpasrah diri kepada-Nya pasti dikabulkan oleh Allah Yang Maha Pengasih, Dia Yang Maha Mengabulkan Segala Pinta akan mengabulkannya dengan satu diantara tiga pilihan :

1. memberikan apa yang diminta,

2. menyimpan do’a itu untuk di akhirat,

3. atau menolak kejelekan yang setara dengan nilai do’anya.

Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS. Al-Baqarah :186).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 17 Rajab 1442 H / 01 Maret 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

 

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button