Adab & Akhlak

Ketika Kita Dicela Dan Dihina, Begini Jawaban Terbaiknya!

Pendaftaran AISHAH Online Angkatan 2

Ketika Kita Dicela Dan Dihina, Begini Jawaban Terbaiknya!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Ketika Kita Dicela Dan Dihina, Begini Jawaban Terbaiknya! selamat membaca.

Pertanyaan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Syabib bin Syaibah rahimahullah berkata:
“Siapa yang mendengar sebuah ucapan yang dibenci lalu diam tak membalas, maka terputuslah darinya apa yang dia benci tersebut. Namun, jika dia membalasnya maka dia akan mendengar lebih banyak lagi hal-hal yang dia benci.”

Ustadz, mohon penjelasannya mengenai ucapan di atas. Syukran wa jazaakumullahu khayran.

Ditanyakan Sahabat BIAS melalui Grup WhatsApp


Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Ketika seseorang dihina dan dicela, maka jawaban terbaik adalah diam dan bersabar. Bahkan hendaknya dia mengetahui bahwa apabila dia memaafkan dan berbuat baik, maka hal itu akan menyebabkan hatinya selamat dari berbagai kedengkian dan kebencian kepada saudaranya, serta hatinya akan terbebas dari keinginan untuk melakukan balas dendam dan berbuat jahat (kepada pihak yang mendholiminya).

Sehingga dia memperoleh kenikmatan memaafkan yang justru akan menambah kelezatan dan manfaat yang berlipat-lipat, baik manfaat itu dirasakan sekarang atau nanti.

Manfaat di atas tentu tidak sebanding dengan “kenikmatan dan manfaat” yang dirasakannya ketika melakukan pembalasan. Oleh karenanya, (dengan perbuatan di atas), dia termasuk dalam cakupan firman Allah Ta’ala,

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134).

Dengan melaksanakan perbuatan di atas, dirinya pun menjadi pribadi yang dicintai Allah Ta’ala. Kondisi yang dialaminya layaknya seorang yang kecurian Seribu rupiah, namun dia malah menerima ganti Satu juta rupiah.

Sehingga, dia akan merasa sangat gembira atas karunia Allah Ta’ala yang diberikan kepadanya melebihi kegembiraan yang pernah dirasakannya.

Bagi seorang yang melampiaskan dendam semata-mata untuk kepentingan nafsunya, maka hal itu hanya akan mewariskan kehinaan di dalam dirinya.

Apabila dia memaafkan, maka Allah Ta’ala justru akan memberikan kemuliaan kepadanya.

Baca Juga:  Hukum Hadiah Trip Keluar Negeri

Keutamaan ini telah diberitakan oleh sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

[TS_Poll id="2"]

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا

“Kemuliaan hanya akan ditambahkan oleh Allah kepada seorang hamba yang bersikap pemaaf.” (HR. Muslim, no. 2588).

Berdasarkan hadits di atas, kemuliaan yang diperoleh dari sikap memaafkan itu lebih disukai dan lebih bermanfaat bagi dirinya daripada kemuliaan yang diperoleh dari tindakan pelampiasan dendam.

Kemuliaan yang diperoleh dari pelampiasan dendam adalah kemuliaan lahiriah semata, namun mewariskan kehinaan batin, bahkan sampai terlihat dalam kehidupan nyata.

Sedangkan sikap diam dan memaafkan terkadang merupakan kehinaan di dalam batin, namun sejatinya hal itu mewariskan kemuliaan lahir dan batin.

Karenanya dahulu Syabib bin Syaibah rahimahullahu memberikan nasehat bagi mereka yang dicela agar diam saja dan bersabar, karena hal itu adalah awal dari tanda-tanda kemuliaan, keselamatan diri dan kebahagiaan jiwa.

Sebaliknya jika mereka membalas atas celaan itu, yang ada adalah kalah dengan hawa nafsu dan sakit secara lahir dan batin tidak terelakan lagi. Beliau menyampaikan;

‎من سمع كلمة يكرهها فسكت عنها انقطع عنه ما يكره، فإن أجاب عنها سمع أكثر مما يكره

“Siapa yang mendengar sebuah ucapan yang dia benci lalu diam tidak membalas, terputuslah darinya apa yang dia benci tersebut, namun jika dia membalasnya maka dia akan mendengar lebih banyak lagi hal-hal yang dia benci.” (lihat Uyunul Akhbar libni Qutaibah, 1/400).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Selasa, 12 Jumadil Awal 1444H / 6 Desember 2022 M 


Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button