FiqihKonsultasi

Kencing Kucing yang Sudah Kering di Lantai, Apakah Najis?

Kencing Kucing yang Sudah Kering di Lantai, Apakah Najis?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang kencing kucing yang sudah kering di lantai, apakah najis?
Silahkan membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan dan keberkahan ilmu.

Bagaimana jika pintu atau lantai yang dikencingi/terkena kencing kucing namun sudah kering (tidak basah tapi masih ada bau), apakah statusnya masih najis?
Bagaimana jika terkena/tersentuh pakaian yang kita pakai, apakah harus mengganti pakaian?

jazakallahu khoyron

(disampaikan oleh Fulanah, admin BIAS T07 G-96)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Pendapat jumhur Ulama mengatakan kencing kucing adalah najis (isyarat ada silang pendapat di antara para ulama) . Dasarnya adalah hadits tentang himar (keledai peliharaan) adalah najis.
Ini adalah dalil Qiyas yang paling kuat akan najisnya kencing hewan yang haram dimakan (keledai, kucing, dan sebagainya) adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait   الرَّوْثَةُ (kotoran). Beliau mengatakan,

إنَّهَا رِكْسٌ

“Itu adalah najis”
(Sebagaimana dalam hadits ibnu Mas’ud, dan dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa kotoran tersebut adalah kotoran himar, yaitu dalam riwayat Ibnu Khuzaimah :

إنَّهَا رِكْسٌ إنَّهَا رَوْثَةُ حِمَارٍ

“Itu adalah najis, sesungguhnya itu adalah kotoran himar”
(lihat Fathul Baari 1/257).

Jika ia memilih pendapat ini (pendapat terkuat, Wallahu A’lam) maka diqiyaskan (analogi), maka jika air kencing kucing ini terdapat di lantai atau pintu dan masih berbau, walaupun sudah kering maka tetap dihukumi najis begitu juga yang terkena pakaian harus dicuci bagian yang terkena kencing ini atau mengganti pakaiannya, sampai hilang bau, warna, dan rasanya (dzat najisnya atau benar yakin air seni kucing telah hilang).

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 28  Jumadal Ula 1441 H/ 24 Januari 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Harta agen penyalur TKW

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button