hotUmum

Kemungkaran dalam Sinetron

Kemungkaran dalam Sinetron

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Kemungkaran dalam Sinetron. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum. Izin bertanya. Apa hukumnya kita mengikuti series, sinetron indonesia yang menampilkan pemain yang tidak menutup aurat dan cerita romantis yang diperankan oleh pemain yang bukan mahram. Apakah kita ikut berdosa? Semoga berkenan untuk menjawabnya. Jazakumullah khoiron

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah..

Menurut tinjauan syariat tentunya tidak selayaknya seorang muslim mengikuti tontonan yang demikian, menghabiskan waktu untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, Rasul sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ. حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا

Baca Juga :  Bagaimana Cara Agar Tidak Sering Sakit

Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya)

Selain tontonan series adalah perkara yang sia-sia, di dalamnya sebagaimana yang Anda sampaikan ada banyak kemungkaran, kontak laki-laki perempuan yang bukan mahram, penampilan wanita yang tidak menutup aurat, musik-musik dan lainnya, padahal dalam masalah melihat lawan jenis Allah berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Al-Nur:30)

Baca Juga :  Sihir Dan Cara Pengobatannya

Rasul sallallahu alaihi wa sallam bersabda mengenai perkara yang munkar:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان

Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Saran kami, Anda tinggalkan kebiasaan tersebut, dan berganti mengikuti aktifitas yang lebih bermanfaat dan berfaidah.

Wallahu a’lam.


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Jumat, 27 Rabiul Akhir 1443 H/ 3 Desember 2021 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

 

Baca Juga :  Janganlah Penuntut Ilmu Seperti Abu Syibrin

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button