AqidahKonsultasi

Kejadian-Kejadian Mengerikan Menjelang Hari Kiamat

Kejadian-Kejadian Mengerikan Menjelang Hari Kiamat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang kejadian-kejadian mengerikan menjelang hari kiamat.
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ustadz, saya ada sedikit kebingungan, mohon pencerahan.
Disebutkan bahwa kejadian dahsyat hari kiamat terjadi setelah manusia dibangkitkan dari kubur. Yang artinya disaksikan semua manusia sejak Nabi Adam sampe yang terakhir hidup.
Sebelum ini, pemahaman awam saya adalah bahwa hancurnya alam smesta akan menimpa manusia yang terakhir hidup, yaitu sejelek2 manusia.
Jika hancurnya langit dan bumi terjadi setelah manusia dibangkitkan dari kubur, apakah waktu itu ada wanita yang dibangkitkan dalam keadaan hamil dan menyusui dan juga bayi seperti ayat ini?

“Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (Al-Hajj: 1-2)

Mohon berkenan memberi pencerahan untuk meluruskan pemahaman saya.

Baca Juga :  Hukum Hadiah Trip Keluar Negeri

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA Bimbingan Islam – BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Kejadian – Kejadian Mengerikan Menjelang Hari Kiamat

Keadaan manusia ketika dibangkitkan dalam kubur adalah lebih mengerikan daripada kehidupan mereka hidup di dunia, hanya saja yang perlu dipahami keadaan di dunia berbeda dengan keadaan di Akhirat. Di kehidupan dunia saja, ketika menjelang hari akhir, maka keadaan dunia saja, tidak mampu dibayangkan oleh manusia. Mau berkhayal saja, sudah sangat menakutkan. Oleh karena itu mereka yang menjumpai akhir masa dari kehidupan dunia ini, mereka itulah seburuk-buruk manusia, karena mereka akan mengalami peristiwa terjadinya hari kiamat kubra (tanda kiamat besar).

Dari sahabat mulia Nawwas bin Sam’an radhiallahu ‘anhu, dalam hadis panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan tentang Dajjal dan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam. Di akhir hadis, beliau bersabda,

فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللهُ رِيحًا طَيِّبَةً، فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ، فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ، وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ، يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ، فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

“Setelah mereka hidup penuh gelimang dunia, Allah mengirim angin lembut. Angin itu melewati ketiak-ketiak mereka, dan membawa ruh setiap mukmin dan setiap muslim. Hingga yang tersisa adalah manusia terjelek. Mereka melakukan hubungan badan layaknya himar (keledai). Di tengah merekalah, kiamat terjadi.”
(HR. Muslim, no. 2937).

Dalam keterangan riwayat lain, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ الْخَلْقِ، هُمْ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَدْعُونَ اللَّهَ بِشَيْءٍ إِلَّا رَدَّهُ عَلَيْهِمْ

“Kiamat hanya akan terjadi pada manusia yang paling jelek. Mereka lebih jelek dibandingkan orang jahiliyah. Setiap doa yang mereka panjatkan, pasti Allah tolak doanya.”
(HR. Muslim, no. 1924 dan Ibnu Hibban, no. 6836).

Perhatikanlah keadaan di hari akhir berdasarkan berita terpercaya (wahyu), mereka yang mendapat gelar seburuk-buruk manusia, kelak akan menemui keadaan, ketika malaikat Israfil meniup sangkakala. Bumi diguncangkan dengan guncangan yang sangat dahsyat. Gunung-gunung dihancurkan dan diterbangkan bagai bulu, manusia berlarian bak belalang berhamburan di udara. Lautan meluap dan menyala, langit terbelah dan menjadi rapuh, cahaya rembulan menghilang, bintang berjatuhan, matahari pun digulung.
Allah Ta’ala berfirman:

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّا * وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ * فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ *

“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.”
(QS. Al Waqi’ah: 4-6)

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
(QS. Al Qari’ah: 5)

وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ

“Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.”
(QS. Al Haaqqah: 16)

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ

“Dan apabila lautan dipanaskan.”
(QS. At Takwir: 6)

Inilah beberapa dalil yang menjelaskan sekelumit kejadian yang sangat mengerikan di dunia ketika menjelang hari Kiamat, dan beberapa kejadian yang telah penanya sebutkan dalam pertanyaan.

Kita berharap dan berdoa kepada Allah Yang Maha Mengabulkan Segala Pinta, Semoga kita kaum muslimin tidak termasuk yang menyaksikan kejadian-kejadian yang sangat menakutkan ini. Aamiin Ya Rabb.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 23 Rabiul Akhir 1442 H / 08 Desember 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Bagaimana Jika Orang Tua Melarang Memelihara Jenggot?

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button