Kehidupan Setelah Datangnya Kematian

Kehidupan Setelah Datangnya Kematian

Kehidupan Setelah Datangnya Kematian

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Mengenai materi BiAS: Waktu Bagi Seorang Penuntut Ilmu

Apakah pada kehidupan setelah kematian (kehidupan di alam kubur, hari kebangkitan, dst), seorang yang beriman masih dapat beribadah/berdzikir kepada Allah?
Mohon penjelasannya, Ustadz.

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة, أما بعد

Setelah kamatian kita tidak perlu beribadah lagi, dengan artian kita tidak perlu shalat lagi, kita tidak perlu puasa lagi, kita tidak perlu berhaji lagi, tidak perlu berzakat lagi.

Karena dunialah tempat beramal dan akhirat tempat meraih dan menikmati pahala Allah, kenikmatan dan surga-Nya.

Namun berkaitan dengan dzikir dan ucapan syukur atau pujian kepada Allah maka itu adalah ucapan yang akan melekat pada diri seorang mukmin walaupun setelah kematiannya. bahkan saat mereka berada di surga.

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ  وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”.

Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”.
_______

Coba perhatikan kalimat yang bercetak tebal di atas, itu adalah salah satu ucapan ahli surga ketika mereka telah memasukinya, ucapan syukur.

Kemudian saat ahli surga menginginkan sesuatu, mereka juga berdzikir

Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika mentafsirkan firman Allah ta’ala:

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Do’a mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan
Salam penghormatan mereka ialah: “Salam”.
Dan penutup doa mereka ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”. (QS. Yunus: 10)

Beliau membawakan tiga tafsiran, dengan berkata:

⇒Ibnu Juraij berkata, dikabarkan kepada ku bahwa firman Allah ta’ala yang berbunyi:

“Do’a mereka di dalamnya ialah: ‘Subhanakallahumma’”

Maksudnya adalah jika ada burung yang melalui mereka, kemudian mereka menginginkannya, mereka berkata “Subhanakallahumma”. Dan itulah doa mereka, sehingga malaikat akan datang dengan apa yang mereka inginkan, (dan saat malaikat datang) ia mengucapkan salam kepada mereka, lalu para penduduk surga tadi membalas salam sang malaikat.

Dan itulah maksud firman Allah ta’ala:
“Dan salam penghormatan mereka ialah: ‘Salam’”

Jika mereka telah memakannya, maka mereka memuji Allah, maka itulah maksud firman Allah ta’ala.

Dan penutup doa mereka ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”

⇒ Kemudian tafsiran kedua yang dibawakan oleh Ibnu Katsir rahimahullah adalah perkataan muqatil bin hayyan,

Jika penduduk surga menginginkan makanan, ia akan berkata: “Subhanakallahumma”, lalu akan berdiri untuknya 10.000 pelayan, dan setiap pelayan akan membawa piring dari emas, yang masing-masing piring memiliki jenis makanan yang berbeda dengan yang lainnya, hingga penduduk surga tersebut memakan semua hidangan tersebut.

⇒ Kemudian tafsiran ketiga yang dibawakan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahulla, adalah perkataan imam sufyan ats-tsauri, beliau berkata:

Jika salah satu penduduk surga menginginkan sesuatu, ia berkata : “”Subhanakallahumma””
selesai penukilannya

Kesimpulan:
Ketika seorang sudah wafat, maka sudah tidak dibebani syariat lagi, apalagi saat di surga.
Saat di surga, para penduduknya hanya akan menikmati nikmat-nikmat Allah, yang mana rahmat Allah di akherat adalah 99% dan khusus untuk kaum muslimin, dan mereka akan banyak memuji dan bersyukur kepada Allah.

Adapun di dunia, hanya 1 % rahmat Allah yang diturunkan, dan diperuntukan untuk semua makhluknya.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc حفظه الله
📆 Selasa, 12 Rajab 1440 H / 19 Maret 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS