IbadahKonsultasi

Kaya Raya Dengan Baca Laa Ilaaha Illallahul Malikul Haquul Mubin 100 Kali?

Kaya Raya Dengan Baca Laa Ilaaha Illallahul Malikul Haquul Mubin 100 Kali?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang benarkah bisa kaya raya dengan baca laa ilaaha illallahul malikum haqqul mubin 100 kali?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz mau tanya,
Ada hadits dari Ali bin Abu Thalib yang berkata “Barang siapa mengucapkan la ilaha illallahul malikul haquul mubin (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan raja yang Maha benar dan Maha penerang) dalam setiap hari 100 kali, maka ia kaya raya, aman dari kemiskinan, dan kengerian alam kubur”
Dikutip dari buku Hadiil Arwaah ila Biladil Afrah karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Baca Juga :  Hukum Bekerja di Anak Perusahaan Bank yang Mayoritas Laba dari Bank

Apakah hadist tersebut shahih Ustadz?
Mohon penjelasannya

شكرا

(Disampaikan oleh Ukhti Fulanah, Sahabat BiAS T08 G-62)شكرا


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Hadits ini dalam bahasa arab berbunyi :

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

“Siapa yang setiap hari mengucapkan laa ilaaha illaallah al-malikul haqqul mubin 100x, maka ia aman dari kefaqiran, aman dari kengerian kubur, akan menjadi magnet kekayaan, dan pintu surga akan diketuk dengannya”

Hadits ini dapat ditemukan di banyak kitab, diantaranya: Abu Nu’aim mengeluarkan hadits ini dalam Sifat Jannah no 185, begitu juga dalam Hilyah Auliya dan dalam beberapa kitab lainnya.

Namun… Haditsnya Lemah

Akan tetapi, Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Tahqiq Kalimat Ikhlas, bahwa hadits tersebut dhoif (lemah).

Dan kemungkinan hal tersebut dikarenakan ada rowi dalam hadits yang bernama : Al-Fadh Bin Ghanim yang dikritiki oleh banyak ulama jarh wat ta’dil.

Ad-Daruqutni mengatakan : dia tidak kuat (hafalannya)
Yahya bin Ma’in : bukan siapa-siapa (gak teranggap)
Khatib : dhoif (lemah)
(Sumber dari Lisan Al-Mizan)

 

 

Wallohu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc حفظه الله
📆 Selasa, 10 Muharram 1441 H/ 10 September 2019 M



Ustadz Ratno, Lc.
Dewan Konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), Alumni Universitas Islam Madinah jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Hukum Membaca Al-Qur'an Saat Junub

USTADZ RATNO, Lc.

Beliau adalah Alumni King Saud University Riyadh (1 semester) kemudian di terima di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia jurusan Hadits, lulus 2018 | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Menulis artikel, Menjawab pertanyaan-pertanyaan member bias, Rekaman syamail nabawiyyah dan manhajussalikin, Khatib Jum’at dibeberapa masjid di daerah yogyakarta, Menggantikan beberapa ustadz jika berhalangan dibeberapa masjid di yogyakarta

Related Articles

Back to top button