Karakterirtik Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Karakterirtik Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Karakteristik Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Prinsip Keadilan dalam Islam

Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah orang-orang yang menjaga prinsip amanah dan sikap adil pada segala perkara.
Prinsip bermanhaj ini tertuang dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا۝

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu), apabila menetapkan hukum di antara manusia, supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S. An-Nisa` 4: 58 )

Allah Rabbul ‘Izzah juga berfirman,

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا۝

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.” (Q.S. Al-Ahzab 33: 72)

Dalam ayat tersebut kita mengetahui, bahwa makhluk-makhluk Allah Ta’ala yg sangat besar tidak bersedia menerima amanah yang ditawarkan kepada mereka. Yaitu amanah yang berupa menjalankan syariat yang Allah Ta’ala  turunkan melalui utusan-Nya. Mereka enggan untuk menerima amanah tersebut bukan karena ingin menyelisihi Allah. Bukan pula karena mereka tidak berharap balasan Allah yg sangat besar dengan menjalankan amanah tersebut.

Akan tetapi mereka menyadari betapa beratnya memikul amanah. Sehingga mereka khawatir akan menyelisihi amanah tersebut yang berakibat akan terkena siksa Allah yg sangat pedih. Hanya saja, manusia dengan berbagai kelemahannya, memilih untuk menerima amanah tersebut. Sehingga kemudian terbagilah manusia menjadi tiga kelompok.

Tiga Kelompok dalam Hal Amanah

Kelompok yang pertama adalah orang–orang yang menampakkan dirinya seolah-olah menjalankan amanah. Yaitu dengan menampakkan keimanannya namun sesungguhnya mereka tidak beriman. Mereka itulah yang disebut orang–orang munafik.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang dengan terang-terangan menyelisihi amanah tersebut. Yaitu mereka tidak mau beriman baik secara lahir maupun batin. Mereka adalah orang-orang kafir dan musyrikin.

Sedangkan kelompok ketiga adalah orang-orang yang menjaga amanah yaitu orang-orang yang beriman baik secara lahir maupun batin.

Dua kelompok pertama yang kita sebutkan tadi akan diadzab dengan adzab yang sangat pedih. Sedangkan kelompok yang ketiga yaitu mereka yang beriman secara lahir dan batin, merekalah orang-orang yang akan mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana dalam ayat berikutnya dalam firman-Nya:

لِّيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا۝

“Sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab 33: 73)

Allah memerintahkan pula untuk bersikap adil dalam firman-Nya,

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ۝

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. An-Nahl 16: 90 ]

Islam Itu Adil

Dan diantara keadilan yang jauh lebih utama dan lebih tinggi adalah Islam menempatkan hak Allah di atas hak seluruh makhluk ciptaan-Nya dan ini merupakan prinsip sejati paling utama ahlus sunnah wal jamaah selain keadilan asasi lainnya.

Hak Allah harus lebih dikedepankan di atas hak seluruh manusia dan hamba yang hidup di alam semesta. Karena Allah adalah pencipta mereka. Karena Allah semata yang mencurahkan segala nikmat dan Allah pula yang melimpahkan segala bukti kasih sayang dan perhatian-Nya kepada umat manusia. Allah juga perintahkan kepada kita utk berbuat adil kpada kerabat maupun tetangga,

 وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ

“Dan apabila kalian berkata, hendaklah kalian berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu).” (Q.S. Al-An’am 6: 152 ]

Selanjutnya, Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ۝

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah meskipun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah hawa nafsu mendorong kalian untuk tidak berlaku adil.” [ An-Nisa`: 135 ]

Lihatlah wahai saudaraku! Bagaimana prinsip ahlus sunnah dalam beragama, bukankah Islam begitu menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kasih sayang serta menjaga amanah kepada umat manusia, jauh sebelum para pemikir barat dan timur yang melontarkan gagasan dan ide-ide mereka seputar keadilan dan hak-hak manusia.

Maka sungguh suatu hal yang aneh dan memprihatinkan apabila ada sebagian orang yang berusaha membenturkan ajaran dan syari’at Islam dengan nilai-nilai keadilan. Sebab semua ajaran Islam dan sendi keimanan adalah tegak di atas prinsip keadilan dan penegakan amanah.

Ditulis Oleh
Ustadz Saryanto Abu Ruwaifi’ حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)

————————————————————————————————-
Beliau Adalah
Alumni STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum Islam Kelas Internasional Universitas
Muhammadiyah Surakarta konsentrasi fiqih dan Ushul fiqih.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS