Ibadah

Kapan Waktu Dzikir Petang, Setelah Ashar atau Setelah Maghrib?

Kapan Waktu Dzikir Petang, Setelah Ashar atau Setelah Maghrib?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Kapan Waktu Dzikir Petang, Setelah Ashar atau Setelah Maghrib? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz! Ada yang saya mau tanyakan tentang dzikir petang, waktu terbaik membaca dzikir petang itu setelah ashar/setelah maghrib? Soalnya saya baca ada perbedaan pendapat, mohon jawabannya ustadz. Jazakallah khoiron.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikum salaam warahmatullahi wabarakaatuh.

Memang ada silang pendapat dikalangan para Ulama, bahkan ada yang mengatakan dzikir petang itu dimulai dari zawal (matahari tergelincir ke barat alias dzuhur). Ada 2 pendapat yang terkuat dalam hal ini, yakni dari ashar sampai maghrib dan dari maghrib sampai akhir waktu isya (tengah malam).

Dan Insya Allah pendapat yang kuat adalah yang kedua, dari maghrib sampai akhir waktu isya.

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadits dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُنَّ كَعَدْلِ أَرْبَعِ رِقَابٍ وَكُتِبَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَمُحِىَ عَنْهُ بِهِنَّ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكُنَّ لَهُ حَرَساً مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِىَ وَإِذَا قَالَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ فَمِثْلُ ذَلِكَ

Baca Juga :  Bagaimana Cara Mengerjakan Shalat Qobliyah Dhuhur?

“Barangsiapa yang shalat shubuh lantas ia mengucapkan “laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir” sebanyak 10 kali maka ia seperti membebaskan 4 budak, dicatat baginya 10 kebaikan, dihapuskan baginya 10 kejelekan, lalu diangkat 10 derajat untuknya, dan ia pun akan terlindungi dari gangguan setan hingga waktu petang (masaa’). Jika ia menyebut dzikir yang sama SETELAH MAGHRIB , maka ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu” (HR. Ahmad 5/415)

Juga hadits dari ‘Utsman bin ‘Affan,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَ مَسَاءٍ كُلَّ لَيْلَةٍ بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَيْءٌ

“Tidaklah seorang hamba ketika shubuh setiap paginya dan masaa’ SETIAP MALAMNYA mengucapkan “bismillahilladzi laa yadhurru ma’as mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim (Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)” sebanyak tiga kali, maka mustahil ada yang membahayakan dirinya” (HR. Al-Hakim 1/695)

Lalu ada juga hadits dari Syaddad bin Aus tentang sayyidul istighfar

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mengucapkan dzikir sayyidul istighfar di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di MALAM HARI dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga” (HR Bukhari 6306)

3 Hadits diatas Insya Allah telah cukup kuat untuk dijadikan hujah bahwa dzikir petang itu dimulai dari waktu maghrib yang merupakan awal malam. Karena memang 3 lafal dzikir dalam hadits Abu Ayyub, Ustman bin Affan, dan Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu adalah lafal-lafal wirid dalam dzikir petang.

Wallahu A’lam


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Jumat, 5 Jumadil Awwal 1443 H/ 10 Desember 2021 M


Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Hukum Mengeraskan Dzikir Untuk Mendidik Anak? Bagaimana Jika Anak Sudah Bisa?

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project

Related Articles

Back to top button