Kapan Perintah Shalat Diwajibkan Untuk Pertama Kali ?

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan Ustadz, saya bertanya diluar tema.
Selama ini yang saya tahu, sholat itu disyari’atkan hanya untuk Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam dan ummatnya, tetapi kenapa di QS. Yunus : 87 pada zaman Nabi Musa juga sudah ada perintah sholat?

Mohon penjelasannya Ustadz, kapan Allah subhanahu wata’ala menurunkan perintah sholat untuk manusia?

Syukron wajazakallahu khoiron Ustadz atas penjelasannya.

(Risna di Tegal / Admin BiAS T06)

Jawaban

وعليكم السلام و رحمة الله وبر كاته

Bismillah

Tentang diwajibkannya sholat, sudah masyhur dalam Kutubus Tsalasah (Shohih Bukhori, Shohih Muslim, dan Musnad Ahmad) bahwa awal diturunkannya syari’at tentang wajibnya sholat adalah peristiwa Isro’ Mi’roj. Dengan kesimpulan kewajiban sholat 5x dalam sehari, dengan tatacara seperti yang telah kita pahami saat ini.

Nah apakah sebelum itu Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam sudah sholat?
Allohu A’lam, menurut syaikh Utsaimin rohimahulloh pernah.
Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang masalah ini, jawaban beliau,

الذي نعلمه أن الرسول صلى الله عليه وسلم كان يصلي قبل المعراج في الصباح والمساء بكرة وعشياً، وكيف كان يصلي؟ الله أعلم. ولا شك أنه كان يصلي إما باجتهاد أو بوحي، إن كان بوحي فهو منسوخ، وإن كان باجتهاد فقد تبين الشرع

“Yang kami tahu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan shalat sebelum peristiwa Isra Mi’raj, di pagi dan sore hari. Bagaimana tatacara beliau shalat? Allahu a’lam, yang jelas beliau shalat. Bisa jadi tata caranya dengan ijtihad mereka atau berdasarkan wahyu. Jika tata cara shalat yang beliau kerjakan ketika itu, berdasarkan wahyu maka statusnya telah mansukh dengan tata cara shalat yang saat ini. Jika berdasarkan ijtihad, syariat telah menjelaskan tata cara shalat yang benar.

(Sumber: http://islamancient.com/play.php?catsmktba=22684)

Lalu kalau ada pertanyaan, mengapa tidak mewajibkan pada ummatnya sejak sebelum Isro’ Mi’roj? Jawabnya karena memang tidak ada kewajiban dari Nabi untuk memerintahkan pada para sahabat kala itu. Sama halnya ketika Nabi sholallohu ‘alaihi wassallam mendapat wahyu pertama (Surat Al-‘Alaq 1-5), apakah Nabi langsung mendakwahkan tauhid tentang Rububiyyah Alloh menciptakan manusia sebagaimana dalam wahyu pertama kepada masyarakat umum/luas? Tidak kan? Beliau mendakwahkan tauhid dengan gamblang setelah diutusnya beliau menjadi Rosul di wahyu yang kedua (Surat Al-Muddatsir), karena memang sekaligus perintah untuk bergerak (berdakwah).

Begitupula perintah sholat, beliau ketika sholat di pagi dan sore hari sebelum Isro’ Mi’roj tidak dilarang oleh Alloh, berarti dibenarkan, tetapi juga tidak ada perintah dari Alloh untuk diserukan ke para sahabat, belum diwajibkan oleh Alloh untuk Ummat Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalaam, hanya ijtihad dan rasa syukur Beliau seperti ketika Beliau lama dalam tahajjud dan sujud sampai kakinya bengkak.

Adapun dalam Surat Yunus, ini adalah makna lughowi, yang mana arti secara bahasa dari kata sholat adalah berdoa, atau juga berarti beribadah. Maka tatacara berdoa atau beribadahnya Nabi Musa ‘alaihis salaam-lah yang dimaksud dalam Surat Yunus 87. Ini sekaligus anjuran pada kita untuk bisa atau mendalami bahasa arab, agar bisa mengerti kapan makna lughoh dan makna syari’at digunakan.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Selasa, 14 Rabi’ul Awwal 1438 H / 13 Desember 2016