Home Konsultasi Fiqih Kapan Membaca Al Fatihah Ketika Shalat Berjamaah?

Kapan Membaca Al Fatihah Ketika Shalat Berjamaah?

0
Kapan Membaca Al Fatihah Ketika Shalat Berjamaah?
Kapan Membaca Al Fatihah Ketika Shalat Berjamaah bimbingan islam

Kapan Membaca Al Fatihah Ketika Shalat Berjamaah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum kapan membaca al fatihah ketika shalat berjamaah?
Silahkan membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga tetap dalam lindungan Allah Azza wa Jalla, aamiin.

Ustadz, dalam membaca Al fatihah pada sholat berjamaah, (jahr, maupun sirr) saya memegang pendapat ulama yang mengatakan tetap membaca Al fatihah pada keduanya. Lantas bagaimanakah yang paling baik, membaca sesudah imam membaca (imam duluan membaca kemudian makmun), atau membaca bersama imam, atau makmum bisa membaca duluan Al fatihah?

Baca Juga:  Syirik Tanpa Sadar dan Tidak Tahu, Apakah Berdosa? 

Jazakallahu khayran ustadz, barakallahu fik.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-45)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Membaca Surat Al Fatihah bagi makmum di dalam sholat jahriyyah adalah setelah Imam membacanya (imam duluan membaca kemudian makmun).
Dan tidak boleh mendahului atau bersama dengan Imam ketika membacanya, jumhur ulama berpendapat batal sholatnya (batal raka’at dimana dia melanggar) kalau hal ini dilakukan Hal ini karena berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّمَا الإِمَامُ – أَوْ إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ – لِيُؤْتَمَّ بِهِ ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا

“Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah. Jika imam ruku’, maka ruku’lah. Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika imam mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamd’. Jika imam sujud, sujudlah.”
(HR. Bukhari, no. 733 dan Muslim, no. 411).

Baca Juga:  Penentuan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal

Dalam riwayat Muslim pada hadits Abu Musa terdapat tambahan,

وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا

“Jika imam membaca (Al Fatihah), maka diamlah.”

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 21 Jumadal Ula 1441 H/ 17 Januari 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here