Kapan Kita Wajib Membayar Zakat Profesi?

Kapan Kita Wajib Membayar Zakat Profesi?

Tentang Zakat Profesi

Ustadz, saya mau tanya zakat profesi (itu, pent) bagaimana?
Kapan kita wajib membayarnya dan berapa persennya?

Jawaban:

وعليكـمــ اﻟسّلامــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ

Ustadz:
Ibu Fadilah, (gaji, pent) profesi disini saat akhir diterima sampai tidak 1 nishab?

Ibu Fadilah:
1 nishab nya berapa?

Ustadz:
40 Juta, Ibu

Ibu Fadilah:
(kalo, pent) Sekali terima tidak (sampai 43 juta, -pent)

Ustadz:
Thayyib Jelas

Dari keputusan muktamar zakat pertama di Kuwait, Muktamar Internasional Zakat pertama di Kuwait yang dihadiri 25 utusan negara para ulama dan ahli fiqih pada tanggal 22 Rajab 1404 H (atau tanggal 23 April, pent) pada tahun 1984, hasil muktamar tersebut memutuskan bahwa mayoritas para (yang hadir) dalam sidang tersebut mengatakan tentang zakat AL UJUR WALMIHANUR FURA / RAWATIB atau ZAKAT UPAH & GAJI dan HASIL PROFESI bahwa hasil profesi tadi termasuk dalam zakat uang (yang, pent) harus diterima dahulu dan sampai haul dan sampai nishab digenapkan dengan yang lainnya, maka (baru, pent) dikeluarkan zakatnya.

Dan tidak ada yang berpendapat dari mayoritas ini, bahwa ketika diterima langsung dikeluarkan zakatnya, TIDAK kecuali sebagian yang hadir dalam muktamar tersebut diantaranya Dr. Yusuf Qardhawi dan Dr. Muhammad Al-Ghazali yang berpendapat lain.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam buku fiqih zakat nya dan itu juga yang diusung beliau pada muktamar tersebut (dan, pent) pendapat Beliau ketika diterima gaji tadi, dikeluarkan zakatnya, tapi pendapat beliau tidak begitu saja!!!
Beliau mensyaratkan (adanya, pent) NISHAB.

Nishabnya berapa? (jawabannya, pent) sama dengan 85 gram Emas

Kalau ibu terima gaji sama senilai dengan 85 gram Emas (atau, pent) sekitar 43 Juta (ketika, pent) menerima gaji (maka, pent) menurut Beliau (memang, pent) dikeluarkan zakatnya.

Bila tidak (senilai dengan 85 gram emas atau sekitar 43 Juta, pent) Beliau pun (berpendapat, pent) tidak dikeluarkan zakatnya.
Dengan demikian pendapat mayoritas para ulama dalam hal ini lebih kuat dan In syā Allāh pada waktunya kita jelaskan lebih rinci lagi.

(Di sesi selanjutnya. -pent)

وبالله التوفق

Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, MA

Ditranskip oleh : Team Transkip BiAS & ETA

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS