Kapan Disyariatkan Membaca Basmalah?

Kapan Disyariatkan Membaca Basmalah?

CATATAN PENTING TERKAIT BASMALAH (1)
KAPAN DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH?

Tafsir Lafadz Basmalah

Lafadz Basmalah yaitu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Lafadz Basmalah berdasarkan ilmu nahwu terdiri atas jar dan majrur yang maknanya belum lengkap kecuali dengan adanya fi’il (kata kerja) dan fa’il (subyek) nya. Fi’il dan fa’il lafadz basmalah tersembunyi yang berkaitan dengan pembacanya dan kegiatan yang akan dilakukan olehnya. Semisal pembaca ingin membaca dengan mengatakan basmalah maka lafadz lengkapnya yaitu,

بِسْمِ اللهِ أَقْرَءُ

Dengan menyebut nama Allah aku membaca
Lafadz Allah (الله) adalah nama yang paling agung (Asmaullah Al A’dhom) yang Ma’rifah yaitu nama yang sangat dikenal oleh setiap makhluk-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla adalah nama khusus dari Dzat yang maha disembah bukan yang lain-Nya. Menurut pendapat yang benar bahwa nama Allah merupakan isim musytaq dari kata:

أَلَهَ – يَأْلَهُ – أُلُوْهَةً وَإِلَاهَةً

Maka Allah adalah ilah yang bermakna Dzat yang disembah.
Sedang kata Ar-Rahman (الرحمن) adalah nama dari nama-nama Allah yang khusus bagi-Nya. Ar-Rahman berasal dari akar kata,

رَحِمَ – يَرْحَمُ – رَحْمَةً

Yang bermakna memiliki rahmat yang luas karena mengikuti bentuk fa’laanu (فعلان) yang menunjukkan makna penuh, banyak, dan luas. Ar-Rahman adalah nama Allah yang paling khusus setelah lafadz Allah. Sebagaimana sifat rahmat adalah sifat yang paling khusus bagi-Nya, oleh karenanya kebanyakan disebutkan setelah lafadz Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (Q.S. Al-Isra’ 18:110)

Kata Ar-Rahim (الرحيم) adalah salah satu dari nama-nama Allah dengan makna bahwa Dia yang menyampaikan semua rahmat-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya.
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

“Ar-Rahman adalah nama yang menunjukkan sifat bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan Ar-Rahim adalah nama yang menunjukkan sifat yang berkaitan dengan hamba yang akan dirahmati. Yang pertama seakan sebagai sifat dan yang kedua adalah sebagai pelaksanaan. Yang pertama menunjukkan bahwa kasih sayang itu adalah sifat-Nya dan yang kedua menunjukkan bahwa Dia menyayangi hamba-Nya dengan kasih-sayang-Nya. Untuk dapat memahaminya lebih baik maka perhatikan firman-Nya berikut ini:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Ahzab 33:43).
Dan firman-Nya yang lain:

لَّقَد تَّابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِن بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka (Q.S. At-Taubah 9:117)

Tidak pernah disebutkan: (رحمن بهم) maka bisa disimpulkan bahwa Ar-Rahman adalah yang memiliki sifat rahmat dan Ar-Rahim adalah yang mengasihi dengan kasih sayang-Nya.”. (Bada’i Al Fawaid: 1/24)
Waktu Disyariatkan Membaca Basmalah

Setiap muslim yang melakukan kebaikan harus berlandaskan dalil dan pemahaman yang benar. Karena kebaikan yang kita kerjakan akan mendapatkan pahala manakala didasari keikhlasan dan ittiba’ (meneledani Rasulullah). Salah satu cara menjadikan amalan kebaikan menghasilkan pahala dan keberkahan adalah memulai segala amalan tersebut dengan Basmalah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’ dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in dan As-Subki dalam Thabaqat-nya)

Lalu kapan Rasulullah menganjurkan amalan yang kita lakukan dimulai dengan Basmalah? Berikut waktu-waktu yang Rasulullah anjurkan membaca Basmalah, diantaranya:

1. Ketika hendak wudhu
2. Ketika menutup pintu dan bejana
3. Ketika hendak makan
4. Ketika lupa membaca basmalah saat makan
5. Agar makanan cukup dan mendapat keberkahan
6. Ketika hendak masuk rumah
7. Ketika Keluar dari rumah
8. Ketika hendak meruqyah
9. Ketika hendak menyembelih
10. Ketika hendak tidur
11. Ketika berburu
12. Ketika hendak bersetubuh
13. Ketika naik kendaraan
14. Ketika naik unta
15. Ketika meletakan mayat di kuburan
16. Ketika hendak perang
17. Ketika perang berkecamuk
18. Ketika memulai menulis kitab atau buku
19. Mencegah manusia dari marabahaya
20. Menjadi penutup antara jin dan aurat manusia
21. Ketika masuk dan keluar masjid
22. Ketika mendapati kesulitan
23. Ketika terpeleset.
InsyaAllah akan disampaikan faedah-faedah terkait waktu-waktu disyariatkan membaca Basmalah di atas pada artikel-artikel berikutnya. Semoga Allah berikan kepada kita hidayah dan taufiq untuk senantiasa mengikuti perintah-Nya dan meneladani Rasul-Nya.

Bersambung…

Ditulis Oleh:
Ustadz Abu Rufaydah
(Kontributor Bimbinganislam.com)

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS