Home Artikel Kandungan Yang Terdapat Pada Ayat Kursi

Kandungan Yang Terdapat Pada Ayat Kursi

Kandungan Yang Terdapat Pada Ayat Kursi

Setiap ayat dan surat dalam al-Qur’an istimewa, karena al-Qur’an firman Allah dan mu’jizat Nabi-Nya. Tetapi sesuatu menjadi istimewa dan memiliki kedudukan dibandingkan yang lain manakala ada dalil yang menunjukkan bahwa sesuatu itu lebih istimewa dibandingkan yang lain. Seperti bulan ramdhan istimewa disbanding bulan yang lain karena adanya dalil yang menjelaskan, hari jum’at menjadi istimewa karena ada dalil yang menjelaskannya. Demikian pula dengan Ayat kursi memiliki kedudukan tersendiri dibandingkan ayat-yang lain, karena ada dalil yang sangat jelas
menunjukkan hal tersebut. Ayat Kursi yang mulia dan penuh berkah ini terdiri atas sepuluh penggal kalimat. Di dalamnya terkandung tauhidullah, pengagungan terhadap-Nya serta penjelasan akan keesaan-Nya dalam kesempurnaan dan kebesaran, sehingga akan melahirkan penjagaan dan kecukupan bagi yang membacanya. Di dalam ayat ini terdapat lima Asma’ul Husna, juga terdapat lebih dari dua puluh sifat Allah, didahului dengan menyebutkan kemahaesaan Allah dalam peribadatan dan bathilnya beribadah kepada selain-Nya, kemudian disebutkan tentang kemahahidupan Allah yang sempurna yang tidak diiringi dengan kesirnaan.

Keutamaan Ayat Kursi

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ { اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَالْحَيُّ الْقَيُّومُ } قَالَ فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

Dari Ubay bin Ka’ab ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hai Abu Mundzir! tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat al-Quran yang ada padamu yang paling utama?” Abu Mundzir berkata: saya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bertanya lagi: “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat al-Quran yang ada padamu yang paling utama?” Abu Mundzir berkata: Saya menjawab, “Allahu laa ilaaha illaa huwal Hayyul Qayyum” Abu Mundzir berkata: lalu beliau menepuk dadaku seraya bersabda: “Demi Allah, semoga dadamu dipenuhi dengan ilmu, wahai Abu Mundzir.( H.R Muslim 810). Dan masih banyak hadist lain yang menunjukkan keutamaan ayat ini.

Baca Juga:  Memberikan Cincin Saat Khitbah, Boleh Apa Tidak Ya?

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata, “Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,
Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” (HR. al-Bukhari no. 2187)

Ayat Kursi

Allah Ta’ala berfirman :

اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَكُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al Baqarah:255).

Intisari Ayat Kursi

1. Dalam Ayat Kursi terkandung tiga Tauhid. Pertama, Tauhid Uluhiyyah { اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ }, (Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia), Kedua, Tauhid Asma wa Sifat { الْحَيُّ الْقَيُّومُ} (Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri). Ketiga, Tauhid Rububiyyah { لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ } (kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi). (Duruus min Al-Quran, hlm 27).

Baca Juga:  Hukum Menganggukkan dan Menundukkan Kepala Untuk Menghormati

2. Disebut ayat Kursi karena satu-satunya ayat yang menerangakn tentang kursi Allah.

3. Allah Dzat yang Maha Esa yang berhak diibadahi dengan benar.

4. Tidak pernah mengantuk dan tidur, menunjukkan sempurna Kehidupannya dan berdiiri sendiri.

5. Sempurnanya ketidakbutuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia berdiri sendiri, tidak membutuhkan makhluknya.

6. Kesempurnaan kepemilikan Allah, semua yang ada di langit dan di bumi milik-Nya.

7. Sempurnanya kemampuan dan pengaturan Allah terhadap makhluk-Nya. Allah menopang para makhluknya dengan kekuatan-Nya, dan seluruh makhlukk fakir (butuh) terhadap Allah. Allah tidak sedikitpun butuh terhadap makhluk. ‘Arsy, Kursi, langit dan bumi, gunung dan pohon, manusia dan hewan, semuanya fakir kepada Allah.

8. Kekuatan dan kesempurnaan kekuasaan Allah.

9. Bantahan kepada orang yang mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana.

10. Bahwa syafa’at adalah milik Allah dan hanya boleh meminta syafaat kepada Allah semata. Syafaat yang diterima oleh Allah harus memenuhi dua syarat. Pertama, Izin syafaat dari Allah Ta’ala. Semua syafaat adalah milik-Nya semata, sebagaimana Allah berfirman :

قُلِ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا

“Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya” (Az Zumar:44)
Tidak ada sesuatupun yang memberi syafaat, baik itu malaikat maupun Nabi tanpa izin Allah ‘Azza wa Jalla.

Kedua. Ridho Allah terhadap orang yang diberi syafaat. Orang yang meminta syafaat adalah ahli tauhid yang tidak menjadikan selain Alah sebagai pemberi syafaat, sebagaimana firman-Nya :

Baca Juga:  Siapa Saja Mahram Kita (Bagian 2)?

وَلاَيَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى

dan mereka (para malaikat) tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah” (Al Anbiya’:28)

11. Keluasan Ilmu Allah, yang tidak diawali dengan kebodohan dan diakhiri dengan lupa.

12. Kesempurnaan kegungan-Nya tidak ada satu makhluk pun yang mampu menyainginya.

13. Menetapkan adanya Mayi’ah Allah.

14. Menetapkan Kursi Allah, “Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah.” (HR. al-Hakim no. 3116, di hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi, dan Mukhtasar ‘Uluw, hlm. 40).

15. Kursi bukanlah ‘Arsy. ‘Arsy lebih besar dari Kursi, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shalaallhu ‘alaihi wa sallam :

مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْع مَعَ الكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْض فَلاَةٍ

Sesungguhnya langit dan bumi yang tujuh dibandingakn dengan Kursi Allah bagaikan gelang yang dilempar di tanah lapang, dan keagungan ‘Arsy disbanding Kursi bagaikan tanah lapang dbianding gelang” (HR. Ibnu Hibban no.361, dihukumi shahih oleh Ibnu Hajar dan al-Albani di
Ash Shahihah, 109)

16. Menetapkan adanya kekuatan dan kemampuan Allah dalam segala hal.

17. Kesempurnaan ilmu dan pengawasannya.

18. Menetapkan bahwa Allah Maha Tinggi, kemaha tinggian Allah menunjukan Allah berada di atas.

19. Ketinggian dan keagungan Allah dalam dzat dan kedudukan.

20. Menetapkan nama dan sifat Allah sebagaimana yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan. Begitupun dalam meniadakan sifat dan nama-Nya.

21. Nama Allah tidak terbatas.

22. Disunnahkan ayat kursi dibaca selepas shalat fardu, dzikir pagi petang dan menjelang tidur.

Ditulis Oleh:
Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA. حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)



Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA. حفظه الله
Beliau adalah Pengasuh Yayasan Ibnu Unib Cianjur dan website cianjurkotasantri.com
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA.حفظه الله  
klik disini