Kaidah Fiqih Jika Mampu Melakukan Sebagian, Jangan Meninggalkan Seluruhnya

Kaidah Fiqih Jika Mampu Melakukan Sebagian, Jangan Meninggalkan Seluruhnya

Kaidah Fiqih Jika Mampu Melakukan Sebagian, Jangan Meninggalkan Seluruhnya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang kaidah fiqih : jika mampu melakukan sebagian, jangan meninggalkan seluruhnya.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan tim bimbingan islam selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

Saya ingin bertanya, ini hadits  atau bukan ya ustadz

ما لا يُدرَك كُلُّه، لا يُترَك جُلُّه

“Barangsiapa yang tidak bisa mendapatkan seluruhnya maka jangan ditinggalkan secara keseluruhan”

(Disampaikan oleh Fulan, Member bias N10)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Ini bukan hadits bukan pula ayat namun kaedah yang kita gunakan untuk memahami banyak persoalan dalam agama kita. Disebutkan dalam salah satu redaksi fatwa :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
فإن هذه المقولة قاعدة سليمة، وحكمة بالغة ترد كثيرا في كلام أهل العلم وعلى ألسنة الناس، وليست بحديث كما جاء في كشف الخفاء للعجلوني وغيره، وأكثرهم يقول فيها: ما لا يدرك كله، لا يترك كله، أو لا يترك جُلّه ولو قيل: بعضه، أو أهمه، أو أقله لكان المعنى صحيحا، وهي عبارات ورادة كلها في كلام أهل الحكمة، ونظيرها في الوحي قول الله تعالى: فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ  – التغابن:16
ومعنى قول النبي صلى الله عليه وسلم: وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم. متفق عليه.
والله أعلم.

“Segala puji bagi Allah shalawat dan sallam semoga terlimpah curahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabat beliau, amma badu.

Ungkapan ini adalah merupakan kaidah yang salim, serta ucapan hikmah yang sangat agung. Dia banyak sekali disebut di dalam ucapan para ulama secara khusus dan di dalam lisan manusia secara umum. Ia bukan hadits sebagaimana dijelaskan di dalam kitab Kasyful Khofa‘ karya Al-‘Ajluni dan kitab yang lainnya.

Rata rata mereka menggunakan ungkapan ; Sesuatu yang tidak bisa didapatkan seluruhnya bukan berarti meninggalkannya secara keseluruhan.

Seandainya dikatakan : bukan berarti meninggalkan ba’dh/sebagiannya, atau aham/yang penting, atau aqol/ yang sedikit, maka maknanya tetap benar. Dan semua ungkapan tersebut ada di dalam ucapan para ulama. Dan yang semakna dengan ungkanap ini adalah firman Allah ta’ala : Dan bertaqwalah kalian sesuai kemampuan kalian. (QS At-Taghabun : 16).

Ungkapan ini juga cocok dengan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : Apa yang aku perintahkan atas kalian maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian. (Muttafaqun ‘alaihi). Wallahu a’lam.”
Sumber : Fatawa Islamweb no. 156631.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Jumat, 20 Jumadal Akhirah 1441 H/ 14 Februari 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS