https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://vivigrumes.it/ https://fayonthereds.com/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://hotel-charmilles.com/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Janda Nikah Dengan Laki Beristri Tanpa Wali, Sah? | Bimbingan Islam
Nikah

Janda Nikah Dengan Laki Beristri Tanpa Wali Nikah Bapaknya, Sah?

Janda Nikah Dengan Laki Beristri Tanpa Wali Nikah Bapaknya, Sah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Janda Nikah Dengan Laki Beristri Tanpa Wali Nikah Bapaknya, Sah? selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, janda nikah siri dengan laki2 yg sdh beristri tnp sepengetahuan istri yg syah, klrg laki2 dan klrg janda tsb (ayah, paman)

Padahal semua masih hidup dan si janda tsb msh serumah dg ortunya. Dan wali nikahnya adalah orang yg ditunjuk modin, apakah syah pernikahan siri ini ustadz ?janda dan laki2 adl PNS.

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Hubungan orang tua dan anak putrinya tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Dalam kondisi ‘kurang’ normal, sikap mendzalimi dan didzalimi terkadang bisa terjadi. Termasuk di antaranya, dalam hal perwalian nikah.

Tak jarang kita jumpai, ada sebagian wali yang enggan menikahkan putrinya, karena berbagai macam alasan, termasuk alasan yang dibuat-buat dan jauh dari kacamata syariat.

Adanya wali adalah syarat sahnya nikah, dan selama si mempelai wanita masih memiliki bapak kandung, maka dialah yang berhak menikahkannya.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ بَاطِلٌ بَاطِلٌ فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَاالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ

Dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batil, batil, batil. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”.

Random Ad Display

(HR. Abu Daud, no. 2083, Tirmidzi, no. 1102, dan lainnya. Imam Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Sang Bapak boleh saja mewakilkan orang lain untuk menikahkan, seperti pada wali hakim, namun harus atas persetujuannya. Hak perwalian tidak bisa digeser ke orang lain kecuali bila ada alasan yang syar’i, dan itupun mestinya melalui proses pengadilan agama.

Contoh kasus, misalkan bila si Bapak mempersulit pernikahan puterinya karena mempersyaratkan banyak hal yang sulit diwujudkan, atau karena alasan penolakannya tidak syar’i; maka hendaknya si puteri menasehati bapaknya dengan lemah lembut, atau minta kepada orang yang berilmu dan bijak serta disegani oleh si Bapak agar bisa berkomunikasi dan juga menasehati Bapak tersebut sehinga mau menikahkan puterinya dengan lelaki yang baik,

Jika si Bapak tetap ngotot, maka diperbolehkan si puteri mengajukan gugatan ke pengadilan agama untuk persyaratan Wali Adhol/Wali Enggan, agar memaksa Bapaknya supaya menikahkannya dengan lelaki yang baik, atau bisa mewakilkannya pada orang lain seperti wali hakim, jika tidak berkenan hadir menjadi wali.

Namun bila terjadi pernikahan tanpa izin wali si perempuan, setelah proses banding ke pengadilan agama, dan kasusnya dimenangkan oleh Bapak kandungnya, maka pernikahan yang akan terjadi tersebut hukumnya tidak sah. Alias harus dibatalkan dan tidak boleh diteruskan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لاَ تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ وَلاَ تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ نَفْسَهَا وَالزَّانِيَةُ الَّتِى تُنْكِحُ نَفْسَهَا بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri tanpa izin dari walinya.”

(HR. Ad Daruquthni, 3/ 227. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir).

Kesimpulan:

Jadi, nikah siri tanpa wali wanita yaitu ayah (padahal masih hidup) dan tidak direstui olehnya adalah tidak sah berdasarkan pendapat yang shahih (benar).

Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/bila-bapak-enggan-menjadi-wali-sang-janda/

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Kamis, 9 Sya’ban 1444H / 2 Maret 2023 M 

Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Artikel Terkait

Back to top button