Jama’ah Ahmadiyah Dan Kesesatan Ajarannya

Jama’ah Ahmadiyah Dan Kesesatan Ajarannya

Jama’ah Ahmadiyah Dan Kesesatan Ajarannya

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz afwan, apakah Jema’at Ahmadiyah Indonesia itu telah keluar dari Islam?
Jika demikian, bagaimana kita menjawab salam dari mereka?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Sabahat BiAS T07)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Jamaah Ahmadiyah bermacam-macam tingkat ilmu dan pengetahuan mereka terhadap Ahmadiyah itu sendiri. Jika seseorang telah dengan sadar dan yakin, tanpa paksaan meyakini apa yang menjadi ideologi aliran Ahmadiyah, maka ia telah kafir karena diantara ideologi sesat mereka adalah meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi baru setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sehingga syahadat mereka gugur dengannya, maka tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka atau menjawab salam dari mereka, akan tetapi kita menjawab salam mereka sebagaimana kita menjawab salamnya orang-orang yang telah murtad.

Majlis Majma’ Al-Fiqh Al-Islami merilis ketetapan tentang aliran Ahmadiyah dengan redaksi sebagai berikut:

وأما اللاهورية : فإنهم كالقاديانية في الحكم عليهم بالردة ، بالرغم من وصفهم ميرزا غلام أحمد بأنه ظل وبروز لنبينا محمد صلى الله عليه وسلم

Adapun Ahmadiyah Lahore, maka mereka ini sama murtadnya dengan Ahmadiyah Qadiyaniyah meskipun mereka menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai bayangan dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam“.
(Majalah Al-Majma’, edisi yang ke-2 ; 1/209).

Adapun orang-orang jahil yang hanya ikut-ikutan menisbatkan diri kepada Ahmadiyah tanpa mengetahui hakikat Ahmadiyah, maka mereka masih dihukumi secara asal sebagai orang Islam yang perlu untuk diajari, dididik serta didakwahi serta ditegakkan hujjah atas mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan:

كنت أقول للجهمية من الحلولية،والنفاة الذين نفوا أن الله تعالى فوق العرش،لما وقعت محنتهم : أنا لو وافقتكم كنت كافرا، لأني أعلم أن قولكم كفر، وأنتم عندي لا تكفرون، لأنكم جهال. وكان هذا خطابا لعلمائهم وقضاتهم وشيوخهم وأمرائهم, وأصل جهلهم شبهات عقلية حصلت لرؤوسهم مع قصور عن معرفة المنقول الصحيح والمعقول الصريح الموافق له

Dahulu aku menyatakan kepada orang-orang Jahmiyyah penganut ajaran ‘Manunggaling Kawulo Gusti,’ dan penganut ajaran yang menolak sifat-sifat Allah dan menolak bahwa Allah ada di atas ‘Arsy ketika terjadi fitnah mereka kala itu:

‘Aku sendainya aku menyetujui ucapan kalian (wahai orang-orang Jahmiyyah), maka niscaya aku menjadi orang kafir, karena aku ngerti ucapan kalian ucapan kufur. Namun menurut aku kalian ini tidak kafir, karena kalian ini jahil.’

Dan pernyataan ini aku tujukan kepada para ulama’ mereka, para qadhi mereka, para syaikh mereka, para pemimpin mereka.

Dan pokok dari kejahilan mereka adalah syubhat akal yang bersemayam di kepala mereka, serta ketidak fahaman mereka terhadap dalil shahih dan penalaran yang sehat yang disepakati.” (Ar-Radd ‘Alal Bakri : 259).

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 23 Jumādā AtsTsānī 1440 H / 28 Februari 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS