Keluarga

Istri Mulai Curiga Dengan Gelagat Suami

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Istri Mulai Curiga Dengan Gelagat Suami

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Istri Mulai Curiga Dengan Gelagat Suami, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Usia pernikahan kami baru 11 bulan. Sudah terjadi banyak masalah, suami sudah merasakan pertengahan usia pernikahan tidak nyaman bersama dengan saya. Sewaktu kami ta’aruf suami pernah mengatakan pada saya kalo ada sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga kita. Jangan tertutup atau diam ya.

Kita selesaikan bersama & jangan ambil jalan pintas khulu’/talaq. Usia pernikahan kami baru 10 bulan saya merasakan ada perubahan dalam diri suami. Saya melihat gerak-gerik suami beda, tidak seperti biasanya. Saya tegur suami kenapa, suami masih diam & tertutup.

Seperti menyembunyikan sesuatu. Saya masih tidak percaya dengan berubahnya sikap suami yang beda, diam-diam saya buka hape milik suami tanpa ijin ketika suami sedang tidur. Dalam hati saya mengatakan, kenapa suami saya sikapnya berubah. Saya punya salah apa sama suami, sampai suami jadi berubah begitu. Setelah saya lihat hapenya, saya buka hapenya suami sedang chattingan dengan wanita lain & nama saya diganti bojo 3, sebelumnya tertulis my wife.

Saya belum selesai lihat isi hape semuanya, suami sudah bangun tidur sambil menatap saya. Saya langsung kaget & hape suami saya kembalikan & saya langsung minta maaf ke suami sudah lancang buka hape milik suami tanpa ijin.

Saya tanya ke suami kenapa nama saya tiba-tiba diganti bojo 3? Suami jawab ngga papa, toh artinya sama. Saya bicara ke suami, kalo ingin tulis bojo 3 seharusnya dari dulu jangan sekarang. Tiba-tiba nama saya diganti bojo 3. Sebenarnya ada apa? Suami tetap diam & tertutup seperti menyembunyikan sesuatu.

Saya berusaha mengingatkan suami kalo ada sesuatu terbuka & jangan disembunyikan seperti itu. Suamiku pernah bilang seperti itu sama saya waktu ta’aruf. Kenapa sekarang suamiku tertutup & diam seperti menyembunyikan sesuatu dari saya. Sebenarnya ada apa? Suami tetap diam & tertutup tadz.

Tadinya suami sama saya penuh canda tawa, selama 10 bulan kemarin suami jadi pendiam & tertutup. Tidak mau bicara sama saya lagi. Saya tanya ke suami, suami selalu jawab tidak papa. Yang saya tanyakan

1. Melihat perubahan suami secara tiba-tiba seperti itu & tidak mau terbuka sama saya, apa yang harus saya lakukan tadz? Biar suami saya mau terbuka & ngobrol sama saya lagi

2. Berdosakah istri buka hape milik suami tanpa ijin dengan alasan sikap suami sangat berubah, takutnya suami selingkuh lagi?

3. Sampai sekarang saya tanya suami alasan kenapa nama saya diganti bojo 3. Suami tidak mau kasih tau ke saya. Melihat sikap suami seperti ini, apa yang harus saya lakukan?

4. Waktu ta’aruf suami mengatakan kalo ada sesuatu harus terbuka & jangan ambil keputusan talaq/khulu’. Diselesaikan bersama, tapi kenyataannya suami tidak melakukan hal itu. Malah perkataannya tidak bisa dipegang. Apa yang harus saya lakukan melihat suami tidak bisa pegang perkataannya?

5. Suami pernah bilang nikah dengan saya yang terakhir & tidak ada rencana poligami atau pisah lagi. Tapi kenyataannya suami tidak bisa pegang perkataannya. Kalo sudah seperti ini, apa yang harus saya lakukan tadz? Jazaakallahu khoir katsir atas jawabannya tadz. Wassalamu’alaikum.

جزاك اللهُ خيراً

(Disampaikan oleh Anggota Grup WA Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Pakaian adalah salah satu kebutuhan primer seorang manusia. Allah ‘Azza Wa Jalla dalam sebuah firman-Nya mengibaratkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. (QS. Al-Baqarah (2): 187).

Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya.

Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya. Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya.

Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.

Bila Mulai Curiga Ingatlah bahwa mencari kesalahan atau memata-matai (tajassus) orang lain hukumnya terlarang. Dilarang oleh Allah dalam al-Quran dan oleh Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis. Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Umumnya, orang melakukan mata-mata, cari-cari info kesalahan (tajassus), karena dia suudzan kepada korban yang di-mata-matai. Sehingga tindakan tajassus, bisa dipastikan diiringi dengan suudzan. Karena itulah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan dua larangan ini dalam hadisnya,

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، لَا تَجَسَّسُوا، وَلَا تَحَسَّسُوا

Hindarilah berprasangka, karena berprasangka itu ucapan yang paling dusta. Dan jangan melakukan tajassus (memata-matai) dan tahassus (mengorek-ngorek berita). (HR. Ahmad, no. 7858 dan Bukhari, no. 5143)

Pernah suat saat, Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya tentang orang yang memasang rekaman untuk memata-matai istrinya. Beliau menjawab,

رأيي في هذا أنه من التجسس ولا يجوز لأحدٍ أن يتجسس على أحد ؛ لأنه ليس لنا إلا الظاهر ولو ذهبنا نتجسس على الناس لتعبنا تعباً عظيماً في طريق التجسس وتعبت ضمائرنا فيما نسمع ونرى

Menurutku ini termasuk tajassus. Dan tidak boleh bagi siapa pun untuk melakukan tajassus kepada sesama muslim. Karena yang boleh kita perhatikan hanya bagian lahiriyah saja. Kalau seandainya kita tetap memata-matai manusia, maka sungguh yang ada adalah hanya capek luar biasa, capek hati dan perasaan kita dari sebab apa yang kita dengar dan lihat, . . . (Fatawa al-Liqa’ as-Syahri, no. 50).

Hal ini berlaku untuk masing-masing pasangan. Suami Anda, istri Anda, semua muslim di mana pun Anda berada, hukum asal tidak boleh saling memata-matai atau melakukan tindakan apa pun dalam rangka mencari-cari kesalahan orang lain. Termasuk antar-suami istri.

Anda menikah untuk membangun kebahagiaan. Bagaimana mungkin anda bisa berbahagia, sementara anda saling curiga? Rumah mewah ibarat neraka jika saling curiga di dalamnya. Sebaliknya, gubug tua bisa menjadi surga, ketika suami istri bisa saling mencintai dan menghargai.

Nasihat kami, lakukan kewajiban Anda sebagai istri sebaik mungkin, buat bahagia dan senang suami anda, jadikan ia sebagai raja dan pemimpin, dan mintalah hak dan kebahagiaan Anda hanya pada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengabulkan segala pinta, lihatlah akibatnya, Anda akan mulai merasa bahagia dengan rasa ridha.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Selasa, 8 Rajab1443 H/ 8 Februari 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button