Home Konsultasi Aqidah Istiqomah Dakwah Tauhid Kepada Keluarga

Istiqomah Dakwah Tauhid Kepada Keluarga

0
Istiqomah Dakwah Tauhid Kepada Keluarga
Istiqomah Dakwah Tauhid Kepada Keluarga bimbingan islam

Istiqomah Dakwah Tauhid Kepada Keluarga

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang istiqomah dakwah tauhid kepada keluarga.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz ana mau bertanya : Kita semua sudah tahu jika ke dukun itu syirik, lalu kita sudah memberitahukan ini kepada kedua orang tua dengan cara sebaik mungkin agar beliau tidak pergi ke dukun untuk berobat.
Namun saya ditertawakan bahkan saya diperintahkan beliau untuk menghantarkan beliau ke tempat dukun tersebut, lalu apa tindakan yang harus saya lakukan ustadz?

Dan juga ketika ada acara bid’ah ana juga diperintahkan untuk menghantarannya orang tua saya itu ke acara tersebut, lalu bagaimana ustadz?
Saya tau itu acara bid’ah tapi ana tidak tau bagaimana cara menolaknya mengingat ada ayat yang mengatakan patuhi orang tua, namun disisi lain itu acara yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, lalu apa yang harus saya lakukan ustadz ??
Syukron ustadz

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Pertama, satu hal yang harus kita yakini bahwa hidayah merupakan hak Allah, yang akan Allah berikan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Allah berfirman:

إنَّكَ لاَ تَهْدِي مَن أحْبَبْتَ ولَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشاءُ

“Sesungguhnya dirimu ya rasululullah tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai, tapi Allah lah yang memberikan hidayah kepada siapapun yang Dia kehendaki”
(QS. Al – Qashash : 56).

Oleh karenanya, anda harus senantiasa meminta kepada Allah hidayah untuk diri sendiri dan orang tua, terutama di waktu-waktu mustajab.

Adapun sifat orang tua menertawakan, itu adalah hal yang biasa, karena mereka tidak tahu bahwa perbuatan tersebut salah, apalagi orang tua yang biasanya menganggap anaknya belum tahu apa-apa. Oleh karenanya hendaknya anda selalu bersabar, rasulullah shallallahu ‘ alaihi wasallam dahulu, biasa ditertawakan bahkan dikatakan gila, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat beliau dalam berdakwah.

Kedua, Bolehkah seorang anak mengatarkan orang tuanya menuju sebuah kemaksiatan?
Jawabannya adalah tidak diperbolehkan. Itu sama saja anda mengantarkan orang tua kepada kemurkaan dan adzab Allah, apalagi jika dosanya berupa kesyirikan, tentu lebih berbahaya lagi. Allah berfirman:

ووَصَّيْنا الإنْسانَ بِوالِدَيْهِ حُسْنًا، وإنْ جاهَداكَ عَلى أنْ تُشْرِكَ بِي ما لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فلا تُطِعْهُما، وصاحِبْهُما فِي الدُّنْيا مَعْرُوفًا

“Kami mewasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. jika mereka menyuruhmu untuk mempersekutukan Ku yang tidak ada ilmumu pada hal tersebut maka janganlah engkau ta’ati mereka. Dan bergaullah dengan mereka berdua dengan cara yang baik”
(QS. Lukman :15).

Berbakti kepada kedua orang tua bukan berarti boleh menentang Allah, Allah harus lebih kita agungkan daripada siapapun.

Kemudian, selalu berusaha untuk menyampaikan dakwah  -terutama dakwah tauhid-kepada orang tua, tidak harus lewat lisan kita, bisa jadi lewat perantara buku kalau orang tua suka membaca, atau mengirimkan kajian-kajian yang berkaitan dengan hal tersebut. semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua.

Wa billahit taufik.

Dijawab oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 15 Rabiul Akhir 1442 H / 30 November 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here