Istiqamah Yang Sempurna Adalah yang Sesuai Sunnah Nabi

Istiqamah Yang Sempurna Adalah yang Sesuai Sunnah Nabi

Istiqamah Yang Sempurna Adalah yang Sesuai Sunnah Nabi

Istiqamah kalbu adalah inti keistiqamahan yang harus dimiliki kita semua, namun perlu diingat sebenarnya istiqamah yang dituntut Allah adalah senantiasa berkata, berbuat dan berniat yang selalu benar sesuai ajaran Rasulullah.

Memang tidak mudah menggapai kesempurnaan istiqamah tersebut, apalagi bila selalu sempurna keistiqamahannya dan itu perkara diluar kemampuan manusia biasa. Oleh karena itu apabila tidak mampu selalu sempurna dalam keistiqamaahan, maka harus berusaha mendekati hal tersebut. Rasulullah telah menyatukan dua hal ini dalam sabda beliau:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا

“Sesunggunya agama ini mudah dan tidak memberat-beratkan agama seorangpun kecuali akan kalah, maka pas dan benarlah dan mendekat pada yang benar serta berilah motivasi kabar gembira.”
(HR al-bukhari).

Dengan demikian yang dituntut dari seorang hamba dalam keistiqamahan adalah selalu benar sesuai dengan sunnah Rasulullah. Oleh karena itu Rasulullah berkata kepada Ali bin Abi Thalib yang memohon kepada beliau untuk mengajari sebuah doa yang baik, maka beliau bersabda:

قُلْ: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

“Katakanlah : Wahai Allah berikan aku petunjuk dan luruskanlah aku.”

Kita semua dituntut untuk bersungguh-sungguh menyesuaikan amalan kita dengan sunnah dan ajaran Rasulullah. Apabila belum mampu maka harus berusaha mendekat kepada keadaan tersebut.

Memang tidak mungkin dipungkiri kita semua mesti mengalami penurunan iman dan kekurangan, oleh karena itu Allah berfirman:

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

“Maka tetaplah pada jalan yang Lurus menuju kepadanya dan mohonlah ampun kepadanya.”
(QS Fushilat/41: 6)

Dalam ayat yang mulia Allah mengisyaratkan kelemahan manusia dalam beristiqamah. Manusia mesti melakukan perbuatan yang mengurangi keistiqamahannya, walaupun sudah bersungguh-sungguh dan melawan hawa nafsunya untuk istiqamah.
Oleh karena itu imam al-Hafizh ibnu Rajab –Rahimahullah– berkata: Dalam firman Allah {فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ}ada isyarat bahwa manusia mesti melakukan kekurangan dalam istiqamah yang diperintahkan, sehingga ditutupi dengan istighfar yang menuntut adanya taubat dan kembali memperbaiki keistiqamahan.

Beliau juga berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahu bahwa manusia tidak mampu istiqamah dengan sempurna, seperti diberitakan oleh imam Ahmad dan ibnu Majah dari hadits Tsauban dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda:

استَقيموا ولن تُحْصوا

“Istiqamahlah kalian walaupun kalian tidak mampu (sempurna).”

Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا

“Maksimalkan (istiqamahnya) dan dekatkan (pada kesempurnaan)”

Kata Sadaad (maksimalkan keistiqamah) pada hakekatnya adalah mencocokkan seluruh perkataan, perbuatan dan tujuan dengan ajaran rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti orang yang mengincar satu tujuan dan mengenainya.
Sedangkan kata Qaaribuu artinya mencocokkan yang mendekati target walaupun tidak pas benar, namun dengan syarat sudah sungguh-sungguh mengerahkan semua kemampuannya untuk sampai pada yang maksimal. Tidak menyengajakan diri memilih yang tidak sempurna dan tidak perduli dengan kesempurnaan tersebut.

Demikian besarnya kasih sayang Allah kepada kita, sehingga bila tidak bisa istiqamah yang sempurna diberikan kelonggaran memaksimalkan kemampuan menggapainya walaupun tidak mampu mencapai kesempurnaan.

Mari kerahkan semua kemampuan untuk bisa menggapai istiqamah yang sempurna! Selamat berusaha!.

Wabillahi taufiq.

 

Disusun oleh:
Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله
Kamis, 14 Ramadhan 1441 H/ 07 Mei 2020 M



Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS