Istiqamah Adalah Anugerah Allah yang Sangat Besar bimbingan islam (1)
Istiqamah Adalah Anugerah Allah yang Sangat Besar bimbingan islam (1)

Istiqamah Adalah Anugerah Allah yang Sangat Besar

Sudah dimaklumi istiqamah menjadi salah satu standar keselamatan kita didunia dan akherat, karenanya kita harus berusaha mendapatkannya dengan sungguh-sungguh. Namun untuk menggapainya dibutuhkan anugerah dan kemudahan dari Allah sang Maha Pencipta.

Istiqamah adalah anugerah ilahi dan karunia Allah

Ini perkara penting yang harus diketahui semua orang yang ingin istiqamah. Oleh karena itu Allah Ta’ala menisbatkan keistiqamahan kepada kehendakNya. Tidak ada yang memungkiri bahwa semuanya berada dalam kekuasaan Allah, Allah lah yang menyesatkan siapa yang dikehendakinya dan memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Lihatlah firman Allah Ta’ala yang artinya:

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus (istiqamah). Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.”
(QS. At-Takwir/81:29)

Juga firmanNya yang artinya:

وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk mendapat petunjuk), Niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.”
(QS. Al-‘An’am/6:39)

Jelaslah hidayah ditangan Allah dan diberikan kepada siapa saya yang Allah kehendaki. Dengan demikian pertama yang harus kita lakukan adalah bersungguh-sungguh dan benar-benar menghadap Allah dalam memintanya; karena keistiqamahan adalah anugerah ilahi dan hanya Allah sajalah yang bisa memberi keistiqamahan dan petunjuk agar bisa selalu berjalan diatas jalan yang lurus. Oleh karenanya doa yang banyak disampaikan Rasulullah adalah:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Wahai Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkan hatiku diatas agamaMu.

Ummul mukminin Ummu Salamah pernah ditanya:

يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ ماَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا كَانَ عِنْدَكِ ؟ قَالَتْ : كَانَ أَكْثَرُ دُعَائهِ يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا أَكْثَرُ دُعَاءِكَ يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ؟ قَالَ يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ فَتَلاَ : رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

Wahai Ummulmukminin apa doa yang paling banyak diucapkan Rasulullah ketika disisimu?
Beliau menjawab: Doa yang paling banyak diucapkan beliau adalah (يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ).

Ummu salamah berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah mengapa doamu yang terbanyak adalah (يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ)?
Nabi menjawab:  wahai Ummu Salamah tidak ada seorang manusiapun kecuali hatinya ada diantara dua jemari Allah. Siapa yang Dia inginkan (keistiqamahan) maka istiqamah dan siapa yang diinginkan (sesat) maka tersesat.
Lalu membaca firman Allah: “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami” (QS. Alimran/3:8)

Jelas keistiqamahan sangat bergantung dari anugerah Allah. Siapa yang ingin keistiqamah maka hendaknya meminta dan merengek kepada Allah dengan berdoa yang sungguh-sungguh dan menghinakan diri kepadaNya.

Imam Muslim dalam shahihnya menyampaikan hadits ummul mukminin ‘Aisyah yang berbunyi:

سُئِلت بأيِّ شيءٍ كانَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم يفتَتِحُ صلاتَه من اللَّيل؟ قالت : إذا قامَ من اللَّيل افتتَح صلاتَه : «اللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتَلَفْتُ فِيهِ مَنِ الحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ» ؛

Beliau ditanya dengan apa Nabi membaca doa iftitah pada sholat malamnya?
Beliau menjawab: Apabila beliau sholat malam membaca doa iftitah: ’Wahai Allah Rab Jibril, Mikail dan Israfil, Dzat pencipta langit dan bumi dan dzat yang mengetahui alam ghaib dan nyata, Engkaulah yang memnghukum antara hamba-hambaMu dalam semua yang mereka perselisihkan, Tunjukilah aku kebenaran dalam perselihan dengan izin Mu, sungguh Engkau menunjukki siapa yang Engkau sukai ke Jalan yang lurus. “
HR Muslim).

Lihatlah Rasulullah memohon kepada Allah hidayah untuk istiqamah dijalan yang lurus. Karena itu memohon kepada Allah keistiqamahan termasuk perkara yang dituntut dan ditekankan pada seorang hamba dalam kesehariannya. Oleh karena itu kita semua diminta untuk mengucapkan doa pada setiap shalat :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ المسْتَقِيمَ .صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Sebagian ulama menyatakan: Sudah sepatutnya orang-orang awan diingatkan bahwa mengucapkan (اهْدِنَا الصِّرَاطَ المسْتَقِيمَ) ini adalah do’a.

Syeikhul Islam ibnu taimiyah berkata: Saya telah memikirkan tentang doa yang paling manfaat; ternyata adalah permohonan bantuan mencapai keridhaan Allah, kemudian aku melihatnya ada dalam surat al-Faatihah yaitu إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ .

Beliau juga menyatakan: Seorang hamba diperintahkan untuk selalu berdoa kepada Allah agar diberikan hidayah untuk istiqamah.

Oleh karena itu al-Hasan al-bashri mempraktekkannya, beliau apabila membaca firman Allah :

{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقَامُوا} maka beliau mengucapkan: «اللَّهُمَّ أنتَ ربَّنا فارزُقْنا الاستقامَةَ»
(Ya Allah Engkaulah Rab kami berilah kami keitiqamahan).

Demikianlah gambaran semangat para salaf dalam memohon kepada Allah keistiqamahan. Mari banyak berdoa kepada Allah!

Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufiq.

Disusun oleh:
Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله
Jumat, 26 Dzul’qadah 1441 H/ 17 Juli 2020 M



Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله 
klik disini