Aqidah

Inilah Syarat Masuk Surga Allah Tanpa Hisab Dan Azab!

Inilah Syarat Masuk Surga Allah Tanpa Hisab Dan Azab!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan inilah syarat masuk surga allah tanpa hisab dan azab! Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bisa kah kita masuk surga tanpa hisab dan azab?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Setiap orang beriman bisa dan punya kesempatan masuk surga tanpa hisab dan azab. Tapi ada syarat-syaratnya.

Kaum Mukminin Dan Hisab Mereka

Hisab atau perhitungan amal setiap orang antara satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Adapun orang-orang beriman, maka secara umum mereka terbagi menjadi tiga golongan.

1. Orang beriman yang akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab sama sekali, merekalah orang-orang yang menyempurnakan tauhidnya dengan bertawakal hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Dari sahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab.

”Para shahabat lantas bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau pun menjawab,

هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَلاَ يَكْتَوُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak melakukan tathayyur (anggapan sial yang muncul tiba-tiba dari perkara yang dilihat atau didengarnya, pent.), tidak minta di-kay (cara pengobatan dengan menggunakan besi yang dipanaskan lalu ditempelkan kepada bagian tubuh yang sakit, pent.), dan hanya bertawakkal kepada Rabb mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Orang-orang beriman yang dihisab dengan hisab yang mudah. Allah berfirman (artinya),

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan perhitungan amalan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. al-Insyiqaq: 7-8)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang hisab yang ringan tersebut,

ذَلِكِ اْلعَرْضُ

Itu adalah penampakan catatan amal (tanpa diperinci hisabnya)” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lainnya disebutkan bahwa Rasulullah berdoa dalam sebagian shalatnya,

اللّٰهُمَّ حَاسِبْنِيْ حِسَاباً يَسِيْرًا

“Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang ringan.” Maka Aisyah bertanya, “Bagaimanakah hisab yang ringan itu?” Beliau pun bersabda,

أَنْ يَنْظُرَ فِي كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْهُ

“Dia melihat catatan amalannya kemudian (dosanya) diampuni.” (HR. Ahmad).

Mereka tidak menghadapi pertanyaan yang begitu terperinci atas apa yang mereka lakukan.

3. Orang beriman yang dihisab dengan pertanyaan yang rinci, maka itu pertanda bahwa Allah Ta’ala hendak mengadzabnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ أَحَدٌ يُنَاقَشُ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُذِّبَ

Tidak seorang pun yang diperinci hisabnya pada hari kiamat kecuali ia akan diadzab.” (HR. Al-Bukhari no. 6172).

https://bimbinganislam.com/masuk-surga-tanpa-hisab-tanpa-azab-bagaimana-caranya/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Selasa, 8 Jumadil Akhir 1443 H/ 11 Januari 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik di sini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button