Inilah Berbagai Tabungan Akhirat dan Sedekah Jariyah bimbingan isla
Inilah Berbagai Tabungan Akhirat dan Sedekah Jariyah bimbingan isla

Inilah Berbagai Tabungan Akhirat dan Sedekah Jariyah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang inilah berbagai tabungan akhiran dan sedekah jariyah
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Saya mau bertanya ustadz, tabungan akhirat itu apa ya?
Serta apa-apa saja yang termasuk tabungan akhirat selain sedekah?

(Disampaikan oleh Fulan, anggota grup BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Yang dimaksud dengan tabungan akhirat adalah harta yang bermanfaat untuk menyongsong kehidupan akhirat. Maka segala nikmat yang Alloh titipkan pada kita, lalu kita maksimalkan untuk kebaikan Insya Alloh dinilai sebagai tabungan akhirat. Apa saja contohnya?
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sejatinya kebaikan yang akan mengiringi seorang mukmin setelah ia meninggal adalah;
(1) Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, (2) Anak shalih yang ia tinggalkan, (3) Al Qur`an yang ia wariskan, (4) atau masjid yang ia bangun, (5) atau rumah yang ia bangun untuk ibnu sabil, (6) atau sungai yang ia alirkan (untuk orang lain), (7) atau sedekah yang ia keluarkan dari harta miliknya dimasa sehat dan masa hidupnya, semuanya akan mengiringinya setelah meninggal”
[HR Ibnu Majah 238]

Dalam hadits lain yang telah banyak kita hafal,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang diambil manfaatnya, (3) Anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya”
[HR Muslim 3084]

Jika dicermati dari 2 hadits diatas, tabungan akhirat itu akan merujuk pada 3 hal; ilmu (yang berbuah amal sholih), harta (untuk kebaikan), dan adab pada keluarga atau orang lain.

Pertama adalah ilmu,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
[HR Muslim 3509].

Orang yang memiliki ilmu dan mengajarkannya, atau mengamalkan dan memberi contoh kepada yang orang lain hingga diikuti, maka baginya pahala sebagaimana orang yang mengikutinya juga mendapat pahala, ia akan terus mendapat pahala walaupun sudah meninggal.

Kedua harta,

Sa’ad bin Ubadah rodhiallohu ‘anhu, tatkala ibunya meninggal dunia, ia datang dan menyampaikan kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

“Wahai Rosululloh sejatinya ibuku telah meninggal dunia. Ketika itu saya tidak hadir. Apakah dapat bermanfaat kepadanya bila aku bershodaqoh (wakaf) sebagai gantinya?”
Beliau menjawab, ”Ya,”
maka Sa’ad berkata, ”Sejatinya aku menjadikan kamu sebagai saksi, bahwa pekarangan yang banyak buahnya ini aku shodaqohkan (wakafkan) atas nama ibuku”
[HR Bukhori 2551]

Ketiga orang,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini”
(Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengah, namun beliau regangkan antara keduanya)
[HR Bukhori 4892]

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka”
[HR Muslim 4763]

Poin ketiga ini bisa anak yatim, anak kandung, dan selainnya.

Semoga kita senantiasa diberi pertolongan oleh Alloh sehingga dimudahkan untuk memiliki tabungan akhirat.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini