Iman Kepada Malaikat - Malaikat Allah
Salah satu keimanan yang wajib ada dalam hati seorang mukmin adalah keimanan kepada malaikat – malaikat Allah ﷻ

Iman Kepada Malaikat – Malaikat Allah

Salah satu keimanan yang wajib ada dalam hati seorang mukmin adalah keimanan kepada malaikat – malaikat Allah ﷻ. Karena beriman kepada malaikat termasuk salah satu rukun iman. Allah ﷻ berfirman:

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّينَ…

“Kebajikan itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan para nabi” (QS. Al – Baqarah : 177).
Begitupula disebutkan dalam sebuah hadits tatkala rasulullah ﷺ ditanya oleh malaikat Jibril, beliau ﷺ bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat – malaikatNYa, kitab – kitabNya, para rasulNya, kepada hari akhir, dan kepada semua takdir baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk.” (HR. Muslim no. 8).

Makna beriman kepada malaikat

Iman kepada malaikat adalah Meyakini dengan sebenar – benarnya tanpa ada keraguan dengan eksistensi malaikat dan mereka adalah makhluk Allah ﷺ.
Mengenal para malaikat.

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah yang ghaib, diciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya dan menjalankan segala tugas yang dibebankan kepada mereka. Malaikat adalah makhluk yang Allah ciptakan dari cahaya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya rasulullah ﷺ bersabda:

خلقت الملائكة من نور، وخلق الجان من مارج من نار، وخلق آدم مما وصف لكم

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah dikabarkan kepada kalian (tanah(.” (HR. Muslim no. 2996).
Diantara sifat – sifat malaikat:

1. Memiliki fisik yang besar.

Rasulullah ﷺ bersabda ketika menceritakan tentang malaikat Jibril:

إنما هو جبريل، لم أره على صورته التي خُلق عليها غير هاتين المرتين. رأيته منهبطاً من السماء، سادّاً عِظَمُ خَلْقه ما بين السماء إلى الأرض.

“ Dia adalah Jibril, aku tidak pernah melihat bentuk asliny kecuali pada dua kesempatan. Aku melihatnya turun dari langit, bsar fisiknya menutupi antara langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 177).

2. Memiliki sayap.

Allah ﷻ berfirma n:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, (masing – masing) ada yang memiliki dua, tiga dan empat sayap. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Fathir : 1).

Baca:  4 Hadits Kunci Akhlak Mulia

3. Tidak makan dan minum.

Allah ﷻ berfirman menceritakan tentang nabi Ibrahim ketika menjamu para malaikat:

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

“Maka tatkala Ibrahim melihat tangan mereka (malaikat) tidak menjamah makanan yang dihidangkan, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth (untuk mengadzab mereka)”. (QS. Hud : 70).

4. Diberikan kemampuan untuk berubah ke wujud lain.

فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Maka ia (Maryam) mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (QS. Maryam : 17).

5. Selalu mentaati Allah ﷻ.

Allah berfirman:

لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Para malaikat tersebut tidak mendurhakai Allah terhadap semuayang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At – Tahrim : 6).

Tugas – Tugas Malaikat.

Para malaikat memiliki tugas – tugas yang telah ditetapkan Allah ﷻ. Diantara tugas – tugas malaikat yang Allah kabarkan adalah:

1. Menyampaikan wahyu.

Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu adalah pemimpin para malaikat yaitu Jibril ‘alaihissallam. Dalilnya adalah kisah turunnya wahyu kepada nabi Muhammad ﷺ di goa hira’. (HR. Bukhari no. 6617).

2. Mengatur turunnya hujan.

Malaikat yang mengatur turunnya hujan adalah malaikat Mikail. Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwasanya orang yahudi bertanya kepada rasulullah ﷺ: “siapakah malaikat yang membawa wahyu kepadamu? Rasulullah ﷺ pun menjawab: Jibril. Merekapun berkata: Jibril yang datang membawa peperangan itu adalah musuh kami. Kalaulah seandainya engkau mengatakan Mikail yang datang membawa rahmat, menumbuhkan tanaman, dan menurunkan hujan niscaya kami akan mengikutimu”. Lalu Allah pun menurunkan firmanNya:

Baca:  Ramadhan Bulan Al-Qur’an

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَٰفِرِينَ

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (HR. Ahmad no. 2483)

3. Mencabut nyawa

Allah berfirman:

﴿ قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”.(QS. As – Sajdah: 11).

4. Meniup sangkakala tatkala kiamat.

إن طرف صاحب الصور منذ وكل به مستعد نحو العرش مخافة أن يؤمر قبل أن يرتد إليه طرفه كأن عينيه كوكبان دريان

“Sesungguhnya malaikat peniup sangkakala selalu melirik ke arah Arsy semenjak Allah tugaskan, khawatir andai ia diperintah meniupkannya sebelum kedipan kedua matnya, seolah-olah matanya adalah dua bintang yang memancar”. (HR. Hakim no. 8676).

5. Penjaga manusia.

Sebagian malaikat ada yang Allah tugaskan untuk menjaga manusia. Allah ﷻ berfirman:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah”. (QS. Ar – Ra’d : 11).

Dan masih banyak lagi tugas – tugas malaikat yang disebutkan dalam al – quran dan sunnah, seperti : menjaga surga, menjaga neraka, mengatur angin, Mencatat amalan manusia, mengatur petir, dan tugas – tugas lainnya.

Berapa Jumlah Malaikat.

Tersebar dimasyarakat kita bahwa jumlah malaikat ada sepuluh, namun apakah jumlah malaikat hanya sepuluh? Ternyata tidak demikian, jumlah malaikat sangat banyak dan tidak diketahui jumlahnya. Dalilnya adalah firman Allah ﷻ:

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al Muddatstsir: 31).

Begitu pula sabda rasulullah ﷺ menceritakan tentang perjalanan beliau ketika mi’raj (naik ke langit):

فَرُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“ Kemudian diperlihatkan kepadaku baitul ma’mur, lalu akupun bertanya kepada Jibril, Jibril pun menjawab: ini adalah baitul ma’mur, setiap harinya selalu ada 70.000 malaikat sholat di dalamnya, apabila mereka keluar (dari baitul ma’mur) mereka tidak aka nada kesempatan lagi untuk memasukinya.” (HR. Bukhari no. 3207, Muslim no. 164).

Baca:  Doa Mandi Wajib

Tingkat keimanan kepada malaikat.

Iman kepada malaikat bukan dalam satu tingkatab melainkan bertingkat – tingkat, ada keimanan secara ijmal (umum) dan ada keimanan secara tafshil (terperinci). Keimanan secara umum adalah keimanan yang harus dimiliki oleh setiap muslim, tidak sah keimanannya jika tidak meyakininya.

Beriman kepada malaikat secara ijmal adalah beriman bahwa malaikat adalah salah satu makhluk Allah dan diantara mereka ada yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi. (Lihat penjelasan syaikh sholih ushoimy : di sini ). Inlah kadar minimal keimanan kepada malaikat.

Dari penjelasan di atas kita paham bahwa tidak wajib bagi semua orang islam mengetahui nama – nama malaikat, tugas – tugas dan sifat – sifat mereka, karena jikalau mengetahui semua hal yang berkaitan dengan malaikat itu wajib dan menjadi syarat sah keimanan tentu akan memberatkan dan banyak kaum muslimin yang batal keimanannya.

Sehingga kita katakan bahwa memahami masalah iman kepada malaikat secara terperinci hukumnya fardhu kifayah, harus ada orang – orang yang memahaminya seperti halnya mendalami ilmu agama lainnya. Namun, harus diketahui juga bahwa iman akan bertambah tiap kali bertambah ilmu, sehingga semakin seorang mengilmui tentang malaikat secara terperinci, semakin tinggi pulalah keimanannya.

Buah dari beriman kepada Allah.

1. Menambah rasa pengagungan terhadap Allah ﷻ, karena memiliki para malaiakat yang agung dan menjadikan mereka tentaraNya.

2. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah ﷺ ketika kita tahu malaikat yang memiliki fisik yang besar dan sangat kuat, mereka takut kepada Allah, lalu bagaimana dengan manusia yang kecil dan lemah.

3. Melahirkan rasa takut untuk berbuat buruk tatkala dia menyadari bahwa ada malaikat yang akan mencatat setiap perbuatannya.

Disusun Oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, Jum’at, 3 DzulHijjah 1441 H / 24 Jul 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
klik disini