Benarkah Kisah Tenggelamnya Fir’aun Disumpal Pasir?

Benarkah Kisah Tenggelamnya Fir’aun Disumpal Pasir?

Benarkah Kisah Tenggelamnya Fir’aun Disumpal Pasir?

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, ana mau tanya derajat hadist yang menceritakan riwayat ketika Firaun tenggelam kemudian Jibril ‘alaihi salam datang menyumpal mulutnya dengan pasir, apakah shahih?

Jazakumullah khairan

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Wajazakallahu khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan,

Kita selalu memohon kepada Allāh subhānahu wa ta’āla dengan taufiq dan petunjuk-Nya.

Hadits yang dimaksud sebagaimana yang kami sampaikan berikut ini :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَمَّا أَغْرَقَ اللَّهُ فِرْعَوْنَ قَالَ: {آمَنْتُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ} فَقَالَ جِبْرِيلُ: يَا مُحَمَّدُ فَلَوْ رَأَيْتَنِي وَأَنَا آخُذُ مِنْ حَالِ البَحْرِ فَأَدُسُّهُ فِي فِيهِ مَخَافَةَ أَنْ تُدْرِكَهُ الرَّحْمَةُ.
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Ketika Allāh menenggelamkan Fir’aun, dia berkata : “aku telah beriman bahwa tidak ada tuhan kecuali yang diimani oleh bani israil”
Jibril berkata : “Wahai Muhammad seandainya saat itu engkau melihat diriku sedang mengambil tanah hitam lalu aku sumpalkan kemulutnya, karena aku takut rahmat Allāh akan menghampirinya”
Imam At-Tirmidzi mengatakan : Ini adalah hadits yang hasan. Dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no 2015

Al-Mubarakfury dalam Syarah Sunan At-Tirmidzi mengatakan :
Ibnu Abbas radhiiallāhu ‘anhuma berkata : “Allāh tidak akan menerima iman seseorang ketika adzab telah turun”
Para ulama berkata : “Iman Fir’aun tidak diterima, karena iman dan taubat ketika seorang telah melihat malaikat dan adzab tidak diterima”.

Dan maksud dari “karena aku takut rahmat Allāh akan menghampirinya” maksudnya adalah aku (Jibril-ed) takut, ia (Fir’aun-ed) akan mengucapkan kalimat tauhid (lā ilāha illallāh) sehingga Allāh subhānahu wa ta’āla akan merahmatinya.

Walāhu a’lam
Wabillahittaufiq.

Faedah tambahan tentang Taubat klik disini

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Team Tanya Jawab Bimbingan Islam
📆 Selasa, 28 Shafar 1440H / 06 November 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS