Fiqihhot

Imam Batal Sholatnya Tapi Masih Dilanjut, Bagaimana Cara Taubatnya?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Imam Batal Sholatnya Tapi Masih Dilanjut, Bagaimana Cara Taubatnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Imam Batal Sholatnya Tapi Masih Dilanjut, Bagaimana Cara Taubatnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya. Jika seseorang dahulu pernah mengimami suatu kaum dalam shalat, dan ternyata imam tersebut mengalami sesuatu yang membuat batal shalatnya. Namun ia masih melanjutkan shalatnya. Bagaimana cara bertaubat dari kesalahan yang ia perbuat tersebut?

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Cukup bagi dia bertaubat kepada Allah ta’ala dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. Allah ta’ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ١٣٥

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan fahisyah atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) dan mereka mengetahui(nya).” (QS Ali Imran : 135)

Ketika menafsirkan makna “mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu)”, Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:

“Maksudnya, mereka bersegera untuk bertobat dari dosa-dosanya dan kembali kepada Allah. Mereka tidak melanjutkan dan tidak meneruskan maksiat tersebut. Mereka juga tidak menetapi maksiat tersebut (yakni menghentikannya).”

(Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim : 2/125)

Dan seorang yang bertaubat itu seperti orang yang tidak memiliki dosa ketika ia sudah bertaubat kepada Allah ta’ala, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.”

(HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani)

Dalam riwayat yang lain Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لله أشد فرحا بتوبة عبده من أحدكم إذا استيقظ على بعيره قد أضله بأرض فلاة

“Sungguh Allah lebih bergembira ketika hamba-Nya bertaubat dibanding dengan salah seorang hamba ketika menemukan untanya yang telah hilang di padang pasir.”

(HR. Bukhari : 5950, Muslim : 2747).

Dan tidak ada qadha’ atas shalat yang ditinggalkan. Para ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah menyatakan :

الصلاة والصيام ، لأن ترك الصلاة كفر أكبر ، وردة عن الإسلام ، وإن لم يجحد التارك وجوبها في أصح قولي العلماء ، والمرتد إذا أسلم لا يؤمر بقضاء ما ترك من الصلاة والصيام في ردته ، لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( الإسلام يهدم ما كان قبله ، والتوبة تهدم ما كان قبلها) ، وعليك أن تحافظ مستقبلاً على أداء الصلاة جماعة في وقتها مع المسلمين في المساجد، وأداء صيام رمضان ، ويشرع لك الإكثار من الأعمال الصالحة ونوافل العبادة من صلاة وصيام وصلة رحم وصدقات وغير ذلك من أعمال الخير حسب الاستطاعة ، لقول الله تعالى : ( وإني لغفار لمن تاب وآمن وعمل صالحاً ثم اهتدى ) . ونسأل الله لنا ولك الثبات على الحق والتوفيق إلى أقوم طريق

“Apabila kondisinya seperti yang engkau katakan, engkau bertaubat dan meniti jalan hidayah. Maka engkau tidak memiliki kewajiban mengqadha’ shalat dan puasa yang engkau tinggalkan dengan sengaja.

Karena meninggalkan shalat merupakan kufur akbar dan merupakan kemurtadan dari Islam meskipun pelakunya tidak mengingkari kewajibannya menurut pendapat yang terkuat dari dua pendapat yang ada.

Dan seorang yang murtad jika telah masuk Islam maka ia tidak diperintahkan untuk mengaqadha’ shalat dan puasa yang telah ia tinggalkan berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; Islam itu menghapuskan dosa sebelum Islam dan taubat itu juga menghapuskan dosa sebelumnya.

Kemudian engkau wajib di masa mendatang untuk menjaga shalat berjamaah bersama kaum muslimin tepat waktu di masjid. Menunaikan puasa Ramadhan serta memperbanyak amal shalih dan amal-amal sunnah baik berupa shalat sunnah, puasa, menjalin silaturrahim, sedekah serta yang lain berupa amal-amal kebaikan sesuai kemampuan yang ada berdasarkan firman Allah ta’ala:

Sesungguhnya aku akan mengampuni orang yang bertaubat, beramal shalih lalu ia menempuh jalan petunjuk’.

Kita mengharap kepada Allah ta’ala keistiqamahan di atas jalan kebenaran, serta memohon taufik agar dimudahkan meniti jalan yang lurus.”

(Fatawa Lajnah Daimah : 6/41).

Wallahu a’lam

Baca juga: Bagaimana Cara Taubat Nasuha yang Benar?


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Selasa, 2 Jumadil Awwal 1443 H/7 Desember 2021 M

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/