Ibadah Tak Sah Karena Ilmu Tanpa Sanad?

Ibadah Tak Sah Karena Ilmu Tanpa Sanad?

Pertanyaan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, Sebagian dari saudara saya berpendapat, bahwa setiap ibadah saya tidaklah sah dikarenakan ilmu yang saya dapatkan tentang ibadah itu tidak disertai isnad.

Karena selama ini ketika mengkaji dengan beberapa guru tidak pernah menanyakan beliaunya berguru ke siapa, dan seterusnya.

Bagaimana pendapat Ustadz?

Mohon penjelasannya !

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Bustanul Taufiq di Surabaya Anggota Grup WA Bimbingan Islam N04-G73)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pendapat tersebut adalah bid’ah dalam Agama. Syarat sahnya suatu Ibadah telah dibahas oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih, dan mereka tidak menyebutkan hal tersebut.

Sanad hanya diperlukan ketika kita hendak memverifikasi suatu riwayat yang sampai kepada kita, baik itu hadits atau perkataan sahabat, tabi’in dan seterusnya.

Adapun setelah hadits Nabi dan perkataan para sahabat, tabiin dan lain-lain dibukukan oleh para ahli hadits, maka sanad praktis tidak kita perlukan lagi, mengingat masa-masa periwayatan hadits telah berakhir seiring dengan terbukukannya riwayat-riwayat tersebut lengkap dengan sanadnya dari para ulama yang menyusunnya hingga ke narasumbernya.

Siapa yang mengharuskan adanya sanad sepetr itu sebagai syarat sahnya suatu ibadah, berarti dia telah membuat bid’ah dalam agama, dan yang pertama kali terjerumus dalam konsekuensi batil pendapat tersebut ialah leluhurnya sendiri.

Ini adalah keyakinan sesat LDII atau Islam Jama’ah dan gerakan sesat serupa.

Di samping itu, sekedar memiliki sanad juga tidak ada keistimewaan apa-apa, karena belum tentu orang-orang yang disebutkan namanya dlm sanad tersebut adalah orang yang layak diambil ilmunya.

Cukuplah seseorang memastikan keakuratan ilmu yang dipelajarinya, dengan mempelajarinya dari orang yang ahli di bidangnya dan memiliki kredibilitas, atau menukilnya dari sumberi yang valid; dengan syarat memahaminya sesuai pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah.

Demikian, wallaahu a’lam.

Konsultasi Bimbingan Islam
Dijawab oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA

CATEGORIES
Share This

COMMENTS