Hukum Wisata ke Tempat yang Banyak Patung

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum wisata ke tempat yang banyak patung.

Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Afwan Ustadz, Bolehkah kita berkunjung ke tempat wisata yang terdapat banyak patung, bukan candi atau tempat peribadatan. Sekarang banyak tempat yang di design mirip suatu kota gitu, banyak orang-orang berkunjung berfoto-foto, misalnya taman yang didesain mirip kota Bali, atau negara-negara kafir. Jadi di sana banyak terdapat hiasan-hiasan patung? Bagaimana hukumnya?

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Mengunjungi tempat – tempat yang banyak patungnya dengan sengaja secara zhahir adalah tidak boleh, semisal berkunjung ke tempat rekreasi yang banyak patungnya atau bepergian ke tempat-tempat orang – orang musyrik (banyak patung-patung), semisal candi, tempat peribadatan, tempat keramat atau tempat -tempat yang menyerupai kekhususan negara-negara kafir, dimana hal ini akan dapat menimbulkan kecondongan hati dan merasa takjub kepada budaya atau peradaban orang-orang kafir tersebut.

Baca Juga:  Sakaratul Maut yang Dirasakan Rasulullah

Berkenaan Dengan Gambar Dan Patung (3 dimensi)

Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِى عَلَى سَهْوَةٍ لِى فِيهَا تَمَاثِيلُ ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – هَتَكَهُ وَقَالَ « أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ » . قَالَتْ فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ

“Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dari suatu safar dan aku ketika itu menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok lalu di kain tersebut terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hal itu, beliau merobeknya dan bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.” ‘Aisyah mengatakan, “Akhirnya kami menjadikan kain tersebut menjadi satu atau dua bantal” (HR. Bukhari, no. 5954 dan Muslim, no. 2107).

Baca Juga:  Mengucapkan "Kita yang Menciptakan, Allah" Tidak Sengaja, Apakah Dosa?

Juga dalam hadits lain dengan riwayat,

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ ، فَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

“Sesungguhnya pembuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan (buat)” (HR. Bukhari, no. 2105 dan Muslim, no. 2107)

Bebarapa alasan diharamkannya membuat gambar dan patung (3 dimensi);

1- Menandingi Allah Ta’ala dalam hal mencipta.

2- Dapat menjadi perantara untuk berlebih-lebihan terhadap selain Allah Ta’ala dengan mengagungkannya, lebih-lebih patungnya adalah patung orang shalih.

3- Menyerupai orang-orang musyrik dalam membuat patung, walaupun patung tersebut tidak disembah. Jika sampai disembah, maka lebih jelas lagi terlarangnya.

 

Baca Juga:  Hukum Khitan Pada Hari Ke Tujuh Kelahiran

Maka dengan melihat alasan-alasan ini, menjadi jelaslah untuk tidak mendukung, semisal tidak mengiklankan, tidak mendatangi atau mengunjungi untuk rekreasi (mereka mendapatkan pemasukan wisata), dan hal lainnya yang berhubungan dengan tempat wisata dengan sifat-sifat yang telah disebutkan di atas.
Semoga Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 09 Sya’ban 1442 H / 23 Maret 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini