FiqihKonsultasi

Hukum Wanita Safar Untuk Takziah Tanpa Mahram

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Hukum Wanita Safar Untuk Takziah Tanpa Mahram

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Hukum Wanita Safar Untuk Takziah Tanpa Mahram, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz ana ingin bertanya ustadz, apa hukumnya wanita safar untuk pergi takziah tanpa mahrom ustadz?

 


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Setiap wanita yang safar, bepergian jauh tanpa mahram, apa pun alasannya, maka hal ini adalah tidak boleh karena melanggar syariat. Betapa banyak kerusakan dan akibat buruk di atas muka bumi ini, disebabkan para wanita safar tanpa mahram, dan Allah Ta’ala Maha Tahu Dan Maha Adil atas setiap peraturannya, Lagi Maha Mengetahui Maslahat dan Mudharat bagi para hamba-Nya.

Karena itu, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan dalam sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ ، وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ » . فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِى جَيْشِ كَذَا وَكَذَا ، وَامْرَأَتِى تُرِيدُ الْحَجَّ . فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

“Tidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnya. Tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” Kemudian ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin keluar mengikuti peperangan ini dan itu. Namun istriku ingin berhaji.” Beliau bersabda, “Pergilah engkau berhaji bersama istrimu.” (Hadits shahih. HR. Bukhari no. 1862).

Lihatlah bagaimana Rasul yang mulia tetap menyuruh sahabat untuk menemani istrinya, Perhatikanlah untuk urusan ini (wanita ditemani mahram ketika safar), beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukannya atas jihad fi sabilillah. Maka wanita safar untuk takziyah adalah tetap membutuhkan mahram juga.

Perlu diingat sebagai catatan untuk semuanya bahwa kewajiban wanita safar harus bersama mahram ini hanya berlaku di jalan saja, tidak harus menemani ketika sudah di tempat tujuan. Dalam fatwa islamweb di bawah kementerian wakaf Negara Qatar juga disebutkan:

أمّا اشتراط المحرم للمرأة فهو يختصّ بالطريق، لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم:

“Adapun persyaratan adanya mahram bagi perempuan ketika safar, itu terkhusus ketika dalam perjalanan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ. متفق عليه.

(Janganlah seorang lelaki berduaan dengan perempuan melainkan harus dibarengi mahram, dan janganlah seorang perempuan safar melainkan dibarengi dengan mahram. (HR. Bukhari & Muslim))

فإذا أوصلها المحرم إلى موضعها الذي تسكن فيه رجع ـ إن أمن عليها ـ ولا يشترط لإقامتها في بلد آمن أن يقيم معها – محرمها

“Jika si mahram telah mengantarkannya di tempat tujuan ia akan tinggal, mahram boleh pulang jika sudah merasa aman pada si perempuan, dan tidak dipersyaratkan si mahram harus ikut tinggal di tempat itu”.   (https://www.islamweb.net)

Silakan baca juga artikel berikut:
https://bimbinganislam.com/menghadiri-family-gathering-ke-luar-kota-tanpa-mahram/

 

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله

 

Related Articles

Back to top button