Hukum Wanita Berangkat Kajian Naik Ojek Laki-Laki

Hukum Wanita Berangkat Kajian Naik Ojek Laki-Laki

Hukum Wanita Berangkat Kajian Naik Ojek Laki-Laki

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum wanita berangkat kajian naik ojek laki-laki
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah melindungi ustadz dan keluarga,aamiin Allohumaa aamiin.

Ustadz, bagaimana jika seorang akhwat berangkat ke kajian dengan naik ojek online?
Dikarenakan tempat kajian tersebut tidak ada angkutan umum yang melewati juga sudah ikhtiar menggunakan ojek online dengan driver akhwat tapi qaddarullaah tidak ada driver akhwat/wanita yang menyanggupi, jika seperti itu apakah tidak apa-apa ustadz naik ojek online laki-laki??

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-25)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Disebutkan dalam mausu’ah fiqh kuwaitiyyah (kitab ensiklopedia fiqih yang ditulis oleh para ulama abad ini, yang merangkum fiqih dari 4 madzhab) :

وَأَمَّا إِرْدَافُ الْمَرْأَةِ لِلرَّجُلِ الأَجْنَبِيِّ ، وَالرَّجُلِ لِلْمَرْأَةِ الأَجْنَبِيَّةِ فَهُوَ مَمْنُوعٌ ، سَدًّا لِلذَّرَائِعِ ، وَاتِّقَاءً لِلشَّهْوَةِ الْمُحَرَّمَةِ

“Adapun apabila seorang wanita membonceng laki – laki atau laki – laki membonceng seorang wanita, maka ini terlarang untuk menutup celah kepada keharaman dan mencegah syahwat yang diharamkan.”
(Mausu’ah fiqhiyyah kuwaitiyyah : 3/91).

Ketika anti naik ojek, maka kemungkinan untuk bersentuhan akan besar walaupun tidak langsung kulit bertemu kulit, dan seorang muslim harus berusaha sebisa mungkin untuk menjauhi sebuah fitnah.

Maka solusinya, berusaha untuk mencari ojek wanita seperti tadi, naik becak, naik angkutan umum, atau memesan ojek mobil online namun dengan syarat harus ada wanita lainnya agar tidak jatuh kedalam khalwat.

Jika tidak bisa, maka bersabarlah, dan dengarkanlah kajian dari rumah secara online, itu jauh lebih baik dari pada berboncengan dengan orang ynag bukan mahram.
Serta kondisikan kajian di rumah anda sebagaimana anda berada di majelis ilmu, seperti menutup aurat, mendengarkan dengan baik tanpa membuka tab yang lain, mencatat di buku catatan, duduk dengan khusyu dan tidak disibukkan dengan pekerjaan lainnya. Serta selalu meminta tolong pada Allah agar diberikan keistiqamahan dan berkah, walaupun tidak berada di majelis ilmu langsung -ed.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 29 Rabiul Awwal 1441 H/ 26 Desember 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS