Hukum Uang Jajan Untuk Calon Istri bimbingan islam
Hukum Uang Jajan Untuk Calon Istri bimbingan islam

Hukum Uang Jajan Untuk Calon Istri

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum uang jajan untuk calon istri.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam kebaikan dan lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz ana mau tanya, bagaimana menurut syariat tentang memberi uang jajan kepada calon istri yang sudah di khitbah?

jazakallah khairan.

(Disampaikan oleh Fulan, penanya dari media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah Walhamdulillah Washalatu Wassalamu Ala Rasulillah, Amma Ba’du.

Penanya yang dirahmati Allah. Semoga kita dalam lindungan Allah Ta’ala.
Islam agama yang mudah dan memberikan kemudahan kepada pemeluknya. Karena Islam berasal dari Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah dan disampaikan oleh seorang Nabi penyayang dan berakhlak mulia.
Salah satu nilai kemudahan dalam islam yaitu pernikahan. Pernikahan di atur dengan cara yang mudah dan sederhana. Maka ketika islam memberikan kemudahan jangan persulit dengan budaya, kebiasaan dan adat istiadat.

Tahapan menuju pernikahan dari nadhor lalu khitbah dan berakhir di pelaminan di atur dengan cara yang sempurna dan bijak. Siapapun yang menerapkan nilai keindahan tahapan ini, maka tidak akan ada yang dirugikan dan dikecewakan. Karena Islam menjaga perasaan cinta dengan rapih, agar bunga cinta tidak mekar sebelum waktunya yang berujung kepada kekecewaan.

Di masyarakat Indonesia khususnya di pulau jawa, ketika terjadi tunangan ada istilah seserahan. Di mana calon suami memberikan perhiasan, makanan dan uang jajan. Yang lebih parah lagi sang calon suami menanggung uang jajan calon istrinya selama masa tunangan sampai pernikahan. Bisa dibayangkan jika jeda tunangan ke pernikahan itu satu, dua dan tiga tahun. Berapa rupiah yang harus dikeluarkan oleh calon suami. Padahal belum tentu keduanya berakhir di pernikahan. Jika tidak sampai menikah tentu ada salah satu pihak yang di rugikan.

Hanya satu perintah dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bagi laki-laki yang yang telah tunangan yaitu menikahi wanita yang dikhitbah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ 

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!”.
(Ahmad (III/334, 360), Abu Dawud (no. 2082) dan al-Hakim (II/165)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada yang hendak meminang untuk melihat dulu. Setelah melihat maka tidak ada kewajiban lain kecuali menikah. Artinya selama masa pinangan itu tidak ada kewajiban bagi calon suami atau calon istri melakukkan apapun, karena statusnya masih orang belum halal. Karena itu apapun yang dilakukan keduanya dari komunikasi, saling berkunjung dan jalan bersama berdua termasuk haram untuk dilakukan.

Ada larangan khusus bagi wanita yang telah dikhitbah, yaitu tidak boleh menerima pinangan laki-laki lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.”
(al-Bukhari (no. 5142) dan Muslim (no. 1412)

Kesimpulannya bahwa status tunangan belum ada hak dan kewajiban sebagaimana jika sudah menjadi suami istri.
Artinya calon suami tidak ada kewajiban untuk memberikan uang jajan atau yang lainnya kepada calon istri. Demikian juga calon istri tidak ada hak dan kewajiban yang harus ia tunaikan kepada calon suami. Wallahu A’lam

https://bimbinganislam.com/menikah-itu-sunnah-nabi-kita-maka-jangan-takut-nikah/

Disusun oleh:
Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA. حفظه الله
Kamis, 22 Sya’ban 1441 H/ 16 April 2020 M



Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA. حفظه الله
Beliau adalah Pengasuh Yayasan Ibnu Unib Cianjur dan website cianjurkotasantri.com
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA.حفظه الله  
klik disini