Hukum Suami Menyuruh Istri Bekerja dan Mencari Nafkah bimbingan islam
Hukum Suami Menyuruh Istri Bekerja dan Mencari Nafkah bimbingan islam

Hukum Suami Menyuruh Istri Bekerja dan Mencari Nafkah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum suami menyuruh istri bekerja dan mencari nafkah.
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ana Mau bertanya… Berdosakah Ana yang tidak memenuhi perintah suami untuk urusan dunia?

Cerita berawal seperti ini….
Kami mempunyai rencana untuk membeli kendaraan. Tapi qodarullah belum tercapai Karena Dana yang selalu kurang, dan kebetulan bulan lalu ada yang menawarkan tanah, jadi uang kami belikan tanah tersebut. Namun sampai saat ini, suami masih mepet ana untuk beli kendaraan. Ana belum mampu Karena bulanan Buat anak-anak juga Sudah Lumayan Banyak Bagi Ana.

Kemarin suami bilang “kalau Umi ngak mau minjemin uang buat beli motor, abi mau kredit”.
Ana bilang “ana ngak komen selama abi Sudah tau ilmu nya tentang kredit”. Terus tadi beliau seolah-olah menyalahkan dan memojokkan ana karena belum jadi beli mobil atau belum mampu membelikan motor yang suami idamkan.
Beliau menyalah-nyalahkan ana dengan belum terbelinya kendaraan tersebut.

Baca:  Bolehkah Wanita Dalam Masa Iddah Keluar Rumah?

(Afwan dalam ekonomi kami , Alhamdulillah Allah memberi kepercayaan yang Lebih kepada ana dalam pendapatan) jadi hampir semua ekonomi keluarga ana yang tanggung.

Jazaakumullahu Khairan

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T10-049)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Seorang suami wajib untuk menafkahi istrinya sesuai dengan kemampuannya, dan tidak berlaku sebaliknya.
Maka suami tidak boleh membebani istri dengan menanggung nafkah pokok keluarga, apatah lagi sekedar kebutuhan tambahan atau pelengkap. kalaupun saling membantu dan melengkapi di antara keduanya maka itu dibolehkan, dan menjadi sebuah kemuliaan jika dapat menjadi sebab terhalangnya diri dari terjatuh dalam larangan-larangan Allah Yang Maha Kuasa, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

Baca:  Harta Adalah Hak Milik Istri

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya”
(QS. Al – Baqarah : 233).

Dan para ulama menjelaskan, nafkah suami terhadap istri didahulukan daripada nafkah kepada kerabat yang lainnya jika mereka membutuhkan, bahkan lebih didahulukan daripada kedua orang tua.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فَقِيرًا، فَلْيَبْدَأْ بِنَفْسِهِ، فَإِنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ، فَعَلَى عِيَالِهِ، فَإِنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ، فَعَلَى قَرَابَتِهِ

“Apabila salah seorang diantara kalian mengalami kefaqiran, maka hendaklah dia menafkahi dirinya terlebih dahulu, jika berlebih, maka untuk keluarga yang dia tanggung, jika berlebih maka untuk kerabatnya”
( HR. Abu dawud, no. 3957).

Baca:  Apa Manfaat Isyhad Bagi Mayit?

Seorang suami hendaklah berbuat baik kepada istrinya, dan tidak berlaku zhalim lagi khianat, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan standar kebaikan seseorang dilihat dari kebaikannya kepada istrinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Sebaik – baik kalian adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluarga.”
(HR. Abu dawud, no. 3895).

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 25 Ramadhan 1441 H / 18 Mei 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini