Hukum Steril Untuk Wanita Karena Masalah Medis

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum steril untuk wanita karena masalah medis.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

‘afwan ingin bertanya, bagaimana hukumnya ‘steril’ untuk wanita karena ada indikasi medis? Misal sudah 4 kali melahirkan dengan jalan caesar.

Jazaakumullaahu khairan, wa baarakallaahu fiykum.

(Disampaikan oleh Fulanah, anggota grup BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Syariat Islam datang dengan anjuran dan motivasi untuk menikah, memperbanyak keturunan, agar supaya umat Islam berjumlah banyak di dunia dan juga merealisasikan berbangganya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan banyaknya jumlah ummat beliau melebihi ummat yang lain kelak ketika di hari kiamat.

Baca Juga:  Ucapan Salam Yang Diikuti Doa Lain

Atas dasar tersebut, pada asalnya tidak diperbolehkan bagi ummat islam untuk melakukan pembatasan keturunan, karena jika dibatasi maka jumlah ummat islam menjadi sedikit, yang boleh adalah mengatur jarak kelahiran, bukan memberhentikan secara total.

Namun, dalam kondisi tertentu, karena alasan bahaya, darurat dan semisalnya, dibolehkan bagi seseorang untuk menghentikan keturunan secara total.
Jika si ibu dalam kondisi fisik sudah lemah (karena mulai menua misalnya), atau karena sakit, yang mana jika dia hamil lagi akan membahayakan nyawanya, yang demikian boleh bagi dia melakukan kb permanen.

Disebutkan dalam fatwa al-Lajnah al-Daimah lembaga fatwa Arab Saudi,

“وعلى هذا يكون تحديد النسل محرماً مطلقاً ، ويكون منع الحمل محرماً إلا في حالات فردية نادرة لا عموم لها ، كما في الحالة التي تدعو الحامل إلى ولادة غير عادية ، ويضطر معها إلى إجراء عملية جراحية لإخراج الولد ، وفي حالة ما إذا كان على المرأة خطر من الحمل لمرض ونحوه ، فيستثنى مثل هذا منعاً للضرر ، وإبقاء على النفس ، فإن الشريعة الإسلامية جاءت بجلب المصالح ودرء المفاسد وتقديم أقوى المصلحتين وارتكاب أخف الضررين عند التعارض ” اهـ مجلة البحوث الإسلامية (5/127

“……atas penjelasan ini, maka hukum pembatasan keturunan adalah haram, dan penghalangan kehamilan hukumnya terlarang kecuali dalam kondisi-kondisi khusus yang tidak secara umum, seperti dalam kondisi yang menuntut kelahiran tidak terjadi secara alami, terpaksa dengannya harus menempuh operasi untuk mengeluarkan bayinya (Cesar), atau dalam kondisi tertentu jika terdapat bahaya atas ibu dengan kehamilannya karena sakit dan semisalnya, maka dikecualikan kondisi seperti ini untuk menangkal mudhorrot yang ada, menjaga jiwa/nyawa, karena syariat islam itu berdasar pada mendatangkan maslahat dan menagkal mudhorrot, mengedepankan maslahat yang lebih besar dan menghilangkan mudhorrot yang lebih besar dari dua mudhorrot yang ada ketika keduanya saling bertentangan”. (Majallatu al-Buhuts al-Islamiyyah, 5/127).

Baca Juga:  Mengakhirkan Sholat Karena Kajian dan Kuliah

Dari fatwa ulama di atas, boleh bagi anda untuk melakukan seterilisasi in sya Allah, apalagi anda sudah memiliki indikator dan alasan kuat untuk menempuh hal itu, yaitu sudah sampai 4 kali kelahiran tidak secara alami dan harus dioperasi. Semoga Allah menjaga kesehatan anda dan menjadikan anak keturunan anda menjadi anak-anak yang shalih.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Rabu, 10 Sya’ban 1442 H/ 24 Maret 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله 
klik disini

Baca Juga:  Sikap Anak Ketika Ayah Tidak Mau Mengajarkan Ilmu Agama