Fiqih

Hukum Sholat Jama’ah Wanita dan Pria Bersebelahan Dengan Pemisah Kain

Hukum Sholat Jama’ah Wanita Dan Pria Bersebelahan Dengan Pemisah Kain

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang hukum sholat jama’ah wanita dan pria bersebelahan dengan pemisah kain. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Afwan, izin bertanya ustadz. Bagaimana hukumnya untuk mushola yang disekat dengan kain gorden sebagai pembatas antara jamaah laki-laki & perempuan yang bersebelahan?

Sudah saya sampaikan syariatnya bahwa perempuan itu berada di belakang laki-laki, alasannya karena dapat sedekah gorden dari salah satu jamaah mushola, sayang jika tidak dimanfaatkan.

Kemudian bagaimana sebaiknya sikap saya terhadap kondisi tersebut. Jazakumullah khoir.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Baca Juga:  Menunda Bacaan Dzikir Pagi Petang Serta Tidak Berurutan, Bolehkah?

Baik dan afdolnya memang perempuan bersof di belakang lelaki, bukan di sampingnya, namun semisal kelompok perempuan bersof dalam solat di samping lelaki, maka solatnya tetap sah dengan syarat ada pemisah antara sof lelaki dan perempuan.

Dijelaskan dalam fatwa Islamqa di bawah bimbingan Syaikh Muhammad Solih al-Munajjid berikut:

إذا صلت المرأة بمحاذاة الرجل وكان بينهما حائل من جدار أو فرجة يمكن أن يقوم فيها مصلٍ ، فالصلاة صحيحة عند عامة أهل العلم من الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة

Jika perempuan solat disamping lelaki dan antara keduanya ada pembatas berupa dinding atau jarak seukuran orang bisa berdiri disitu, maka solatnya sah menurut pendapat mayoritas ulama dari kalangan Hanafiah, Malikiah, Syafiiah dan Hanabilah”.

Baca Juga:  Hukum Uang Elektronik Bitcoin

Lihat: https://islamqa.info/

Jadi jangan khawatir, solat yang dilaksanakan tetap sah, namun afdolnya adalah para perempuan bersof di belakang sof jamaah lelaki. Gorden itu tetap bisa digunakan, usulkan saja bahwa jamaah perempuan di belakang, lantas pembatas dari gorden itu dipergunakan untuk sekat antara jamaah lelaki dengan perempuan.

Ini jika memungkinkan untuk diusulkan kepada pengurus masjid lainnya, jika memang tidak bisa diubah dan menimbulkan konflik, maka sejatinya kondisi yang anda sampaikan tidak mempengaruhi keabsahan solat.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis, 6 Muharram 1443 H/4 Agustus 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Apa Maksud Bangkai Laut itu Halal?

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button