FiqihKonsultasi

Hukum Sholat di Shaf yang Terputus

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Hukum Sholat di Shaf yang Terputus

Para pembaca Bimbinganislam.com yang budiman berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum sholat di shaf yang terputus, selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, izin bertanya bagaimana hukumnya sholat, jika pada deretan shaf  pertama terdapat tiang sehingga shaf tersebut tidak rapat/bolong?

Jazakumullahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulan, Admin N09)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, amma ba’du.

Terdapat larangan membuat jama’ah sholat antara tiang-tiang masjid karena akan memutus shaf. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

كُنَّا نُنْهَى أَنْ نَصُفَّ بَيْنَ السَّوَارِي عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنُطْرَدُ عَنْهَا طَرْدًا

“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kami dilarang membuat shaf antara tiang-tiang, dan kami disuruh menjauhi tiang – tiang tersebut.”
(Ibnu Majah: 1002, dan dinyatakan shohih oleh syaikh albany)

Begitu pula dijelaskan dalam sebuah hadits:

عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ مَحْمُودٍ قَالَ صَلَّيْنَا خَلْفَ أَمِيرٍ مِنْ الْأُمَرَاءِ فَاضْطَرَّنَا النَّاسُ فَصَلَّيْنَا بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ فَلَمَّا صَلَّيْنَا
قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ :كُنَّا نَتَّقِي هَذَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abdul Hamid bin Mahmud ia berkata “Kami pernah shalat di belakang salah seorang pemimpin kami, lalu orang-orang mendesak (mempersempit) hingga kami shalat di antara dua tiang.
Setelah kami selesai shalat, Anas bin Malik berkata “Kami menghindari hal seperti ini pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(Tirmidzi: 229, dinyatakan shohih oleh syaikh Albany).

Berdasarkan dua hadits di atas para ulama menyimpulkan makruh hukumnya sholat antara tiang-tiang masjid, kecuali pada keadaan yang dibutuhkan seperti sempitnya masjid, atau jamaah membludak.

Para ulama lembaga fatwa Saudi Arabia mengeluarkan sebuah fatwa:

يكره الوقوف بين السواري إذا قطعن الصفوف، إلا في حالة ضيق المسجد وكثرة المصلين

“Makruh hukumnya berdiri diantara tiang – tiang masjid jika menyebabkan terputusnya shaf, kecuali apabila mesjidnya sempit, dan orang yang melakukan sholat banyak.”
(Fatawa lajnah daimah : 5/295)

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 03 Muharram 1441H / 03 September 2019M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button