Hukum Salaman Dengan Non Muslim atau Orang Kafir bimbingan islam (1)
Hukum Salaman Dengan Non Muslim atau Orang Kafir bimbingan islam (1)

Hukum Salaman Dengan Non Muslim atau Orang Kafir

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum salaman dengan non muslim atau orang kafir.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan admin serta kita semua dijaga Allah.

Ustadz, di kantor banyak rekan yang kafir & muslim. Bagaimana hukum dari bersalaman tanpa mengucapkan apapun dengan orang kafir atau non muslim, saat dia menjulurkan tangan terlebih dahulu?

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Apabila orang kafir memulai untuk menjabat tangan kita maka kita menerima jabatan tangan tersebut dengan tanpa menegucapkan selamat kepada mereka. Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan :

إذا مد الكافر يده للمصافحة فمدها وصافحه؛ لأن النبي – صلى الله عليه وسلم – إنما نهى عن ابتدائه أن نبدأهم بالسلام أما إذا بدؤا هم أو صافحونا ابتداءً نصافحهم لكن لا نمد أيدينا للمصافحة نحن، فصار الكافر إن سلم فرَّد عليه، وإن مد يده فمد يدك إليه، وإن لم يسلم فلا تسلم عليه، وإن لم يصافح فلا تصافح، وخذ هذه الآية الكريمة: ﴿وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا﴾[النساء: 86]

“Apabila orang kafir menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan maka julurkan tanganmu dan jabatilah ia. Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam hanya melarang untuk memulainya. Yaitu kita memulai mengucapkan salam kepada mereka. Jika orang kafir tidak mengucapkan salam jangan mengucapkan salam kepadanya !.

Adapun jika mereka yang memulai menjabat tangan kita maka kita menjabat tangan mereka. Akan tetapi kita tidak boleh menjulurkan tangan untuk memulai menjabat tangan mereka.

Sehingga orang kafir itu jika ucapkan salam kita balas salamnya, jika menjabat tangan kita kita balas menjabat tangan mereka.

Jika mereka tidak salam jangan ucapkan salam kepada mereka. Dan jika mereka tidak mengajak jabat tangan jangan ajak mereka berjabat tangan. Dan ambilah ayat yang mulia ini :

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”
(QS An-Nisa’ : 86).

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Kamis, 25 Dzulqo’dah 1441 H/ 16 Juli 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini