Fiqih

Hukum Puasa Arafah Yang Bertepatan Dengan Hari Jumat

Hukum Puasa Arafah Yang Bertepatan Dengan Hari Jumat

Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah

Bismillahirrahmanirrahim

Kita akan menghadapi hari yang agung di antara 10 hari terbatas yang penuh berkah ini, yaitu hari Hari Arafah. Hari yang disunnahkan berpuasa bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam sahih Muslim, “Aku berharap kepada Allah bahwa puasa tersebut akan mengampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya”.

Namun di sana ada ganjalan, khususnya jika hari Arafah bertepatan dengan hari Jumat seperti tahun ini (di Saudi -pent). Karena disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jangan sekali-kali kalian puasa di hari Jumat kecuali puasa sehari setelahnya atau sebelumnya”.

Baca Juga:  Hukum Makanan Pemberian Pemilik Anjing

Dalam riwayat Muslim, beliau bersabda, “Jangan mengkhususkan malam Jumat untuk ibadah yang tidak dilakukan di malam lainnya. Jangan mengkhususkan hari Jumat untuk puasa yang tak dilakukan di hari-hari lainnya. Kecuali memang puasa yang mesti dilakukan seseorang”.

Dalam kedua hadits tersebut larangan berlaku jika puasa hanya hari Jumat saja. Seandainya puasa sehari sebelum atau sesudahnya, maka tak mengapa. Tentu saja dikecualikan jika hari setelahnya adalah hari raya Idul Adha, yaitu 10 Dzulhijjah.

Maka jelaslah bahwa tak apa-apa berpuasa di hari Jumat jika puasanya bukan karena itu hari Jumat. Misalnya karena hari Jumat itu bertepatan dengan hari Arafah atau bertepatan dengan hari puasanya seseorang yang sehari puasa, sehari berbuka.

Baca Juga:  Sholat Orang yang Buang Airnya Tidak Tuntas

Karenanya, Imam Ahmad ketika ditanya tentang puasa di hari Jumat dan bertepatan dengan hari Arafah dan tidak didahului dengan puasa 1 atau 2 hari sebelumnya? Beliau menjawab, “Tidak masalah, sesungguhnya yang diinginkan adalah puasa Arafah. Maka tidak apa-apa”. Hal ini disebutkan dalam kitab Masail Imam Ahmad karya Ibnu Hani.

Syaikh kami, Syaikh Ibnu Baz juga menyebutkan bahwa tak apa-apa puasa Arafah di hari Jumat. Seandainya ia puasa sehari sebelumnya, maka itu lebih utama. Semoga Allah memberikan taufik pada kita semua untuk melakukan kebaikan. Wallahu a’lam.

===

Follow akun telegram & instagram Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id

Baca Juga:  Doa Sholat Dhuha

Diterjemahkan oleh : Ustadz Amrullah Akadhinta

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button