AqidahKonsultasi

Hukum Percaya & Mengajarkan Ramalan Cuaca Ilmiyah

Hukum Percaya & Mengajarkan Ramalan Cuaca Ilmiyah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Hukum Percaya & Mengajarkan Ramalan Cuaca Ilmiyah dalam Islam, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ada hadis tentang peramal, yaitu:

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari“. [HR. Muslim dan Ahmad].

Mohon penjelasannya ustad, bagaimana hukumnya seorang akademisi yang mengajarkan teori tentang peramalan dan melakukan penelitian tentang peramalan yan berdasarkan data dan teori ilmiah. Contohnya: peramalan penjualan, produksi, pendapatan, cuaca, dll.

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grrup WA Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّه

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Bukan Ramalan, Tapi Prediksi Ilmiyah

Lebih tepatnya hal tersebut tidak disebut ramalan akan tetapi prediski ilmiyah. Karena memang dibangun di atas indikasi-indikasi ilmiyah yang biasanya diikuti oleh sebuah kesimpulan berhenti pada titik perkiraan semata.

Contoh sebelum ditetapkan prakiraan cuaca para ahli harus melihat terlebih dahulu volume awan, arah angin, tingkat kelembaban udara dan faktor-faktor lain yang berkaitan erat dengan turunnya hujan baru kemudian dituliskan prakiraan cuaca.

Boleh Meyakini Prakiraan Cuaca, dengan 2 Peringatan Penting

Melakukan dan meyakini prakiraan cuaca seperti ini boleh sebagaimana dijelaskan oleh Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi di dalam kitab Ahkamusy Syita’ Fis Sunnatil Muthahharah dengan syarat tidak boleh memastikan, Lebih detailnya Syeikh Ali bin Hasan Al Halabi menyatakan :

ولكن ننبه على أمرين: الأول: وجوب ربط هذا التوقع بالمشيئة الإلهية، لأن حالاتٍ كثيرةً وقعت في كثير من البلاد جرى فيها خلاف المُتوقَّع، وعكس ما ذكرته الأرصاد البجوية فحصل ما لا تُحمد عقباه. الثاني: هذه التوقعات ليست من علم الغيب في شيء، إنما هي توقعات مبنية على مقدمات تتبعها نتائج، فلا يجوز إصدارها بصور القطع، ولا يجوز تلقيها بصورة الجزم، وإنما هي نافعة للحيطة والحذر

“Akan tetapi di sini kita menyampaikan dua peringatan penting:

1). Wajib hukumnya mengaitkan prakiraan cuaca ini dengan kehendak Allah ta’ala.

Karena banyak situasi cuaca yang terjadi di berbagai negeri justru berkebalikan dengan apa yang diperkirakan. Dan berbeda dengan apa yang ditetapkan oleh prakiraan cuaca. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak baik kesudahannya.

2). Bahwa prakiraan cuaca ini tidak termasuk ke dalam cakupan ilmu ghaib sama sekali.

Ia sebagaimana penjelasan yang telah lalu hanyalah prakiraan yang dibangun di atas indikasi-indikasi yang menghasilkan kesimpulan. Maka ia tidak boleh disebarluaskan dengan memastikan dan menganggapnya sebagai sebuah harga mati. Akan tetapi ia hanya prakiraan yang dilakukan dalam rangka untuk berhati-hati.” (Ahkamusy Syita’ Fissunnatil Muthahharah : 10).

Demikian pula dengan prediksi penjualan, produksi dan lain lain memiliki kesamaan kasus dengan prakiraan cuaca ini. Ia boleh dilakukan dalam rangka kehati-hatian tetapi tidak boleh dipastikan dan prakiraan tersebut harus dikaitkan dengan kehendak Allah ta’ala, wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Rabu, 7 Shafar 1443 H/ 15 September 2021 M


 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

 

Baca Juga :  Hukum Mengeraskan Dzikir Untuk Mendidik Anak? Bagaimana Jika Anak Sudah Bisa?

USTADZ ABUL ASWAD AL BAYATI, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button