KonsultasiMuamalah

Hukum Pakai Parfum Mengandung Alkohol

Hukum Pakai Parfum Mengandung Alkohol

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz bagaimana hukumnya parfum yang mengandung alkohol ? Baik itu alkohol kadar tinggi ataupun rendah?

Barakallahu fiik

(Disampaikan oleh Fulan, Sahabat bias G-28)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Pertayaan serupa pernah diajukan kepada Syaikh Muhammad Ali Al-Farkus Al-Jazairi beliau berkata dalam salah satu fatwanya :

الحمد لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمَّا بعد:

فإنَّ العطور الكحولية إذا كانت تجعل العطرَ سائلاً مسكرًا فلا يجوز أن يتطيَّب بها المسلمُ لقوله صلَّى الله عليه وسلَّم: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ»(١)، وهي تدخل في عموم الأحاديث التي تنهى عن بيعِ المسكرات وشرائها واستعمالِها وصُنْعِها مثل قوله صلَّى الله عليه وسلَّم: «لُعِنَتِ الْخَمْرُ عَلَى عَشَرَةِ أَوْجُهٍ: بِعَيْنِهَا، وَعَاصِرِهَا وَمُعْتَصِرِهَا، وَبَائِعِهَا وَمُبْتَاعِهَا، وَحَامِلِهَا وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ، وَآكِلِ ثَمَنِهَا، وَشَارِبِهَا وَسَاقِيهَا»، الحديث(٢)

أمَّا إذا كانت نسبةُ الكحول غيرَ مسكرةٍ فلا بأس باستعمالها لأنها ليست بخمرٍ، إذ المعلومُ أنه ليس كلُّ كحولٍ مسكرًا، فقِشْرُ البرتقال والخلُّ -مثلاً- يتضمَّنان كحولاً لكنَّه غير مسكرٍ

فالحاصل أنه إذا كانت نسبةُ الكحول في العطر مسكرةً -أي: يمكن تحويلُه إلى شرابٍ مسكرٍ- فهذا يُمنع منه لاسيَّما إذا كانت درجةُ تركيز الكحول المستخدَم بين (٦٥%) أو (٧٠%) فما فوق، أمَّا إذا كانت الكحولُ غيرَ مسكرةٍ فالأصلُ طهارتها ولا حرجَ في استعمالها في التطيُّب

والعلم عند الله تعالى، وآخر دعوانا أن الحمد لله ربِّ العالمين، وصلَّى الله على نبيِّنا محمَّدٍ وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلَّم تسليمًا

الجزائر في: ٢٤ ذي القعدة ١٤٢٤ﻫ

الموافق ﻟ ٢٧ جانفي ٢٠٠٣م

“Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, shalawat serta salam semoga tercurah kepada orang yang Allah utus sebagai rahmat bagi seluruh alam, keluarga beliau, sahabat beliau dan saudara-saudara beliau hingga hari kiamat amma ba’du

Sesungguhnya parfum alkohol apabila membuat parfum menjadi cairan yang memabukkan, maka seorang muslim tak boleh menggunakannya, berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; Setiap yang memabukkan adalah khomr.

Ia tercakup ke dalam keumuman hadits-hadits yang berisi larangan dari memperjual belikan khamr, memproduksi maupun membuatnya, seperti misalnya sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

Khamr dilaknat pada sepuluh hal; (1) pada zatnya, (2) pemerasnya, (3) orang yang memerasnya untuk diminum sendiri, (4) penjualnya, (5) pembelinya, (6) pembawanya, (7) orang yang meminta orang lain untuk membawanya, (8) orang yang memakan hasil penjualannya, (9) peminumnya, dan (10) orang yang menuangkannya.

Adapun jika kadar Alkohol tidak sampai memabukkan maka tidak mengapa menggunakannya karena ia bukan khamr. Karena sudah dimaklumi bersama bahwa tidaklah setiap alkohol itu memabukkan.

Kulit jeruk dan cukak misalnya itu mengandung alkohol tetapi ia tidak memabukkan. Alhasil jika kadar alkohol di dalam parfum itu memabukkan maknanya memungkinkan untuk dirubah menjadi minuman yang memabukkan maka ini dilarang. Terutama jika kadar alkohol yang digunakan berkisar antara 65% atau 70% lebih.

Adapun jika kadar alkohol tidak memabukkan maka hukum aslinya adalah suci dan tidak mengapa digunakan untuk wewangian.

Ilmu itu ada di sisi Allah, akhir dari seruan kami adalah segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam keluarga, sahabat dan saudaranya hingga hari kiamat.
Al-Jazair, 24 Dzulqa’dah 1424H
(Fatawa Syaik Muhammad Ali Al-Farkus no. 367).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin, 25 Dzulhijjah 1440 H/ 26 Agustus 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Menghalangi Orang yang Lewat di Depan Kita Ketika Sedang Sholat

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button