Adab & Akhlak

Hukum Namimah (Adu Domba) Dalam Islam

Hukum Namimah (Adu Domba) Dalam Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan hukum namimah (adu domba) dalam Islam. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillāh. Assalāmu’alaikum ustadz. Semoga Allāh selalu merahmati ustadz dan seluruh umat muslim. Ustadz, bagaimana hukumnya jika seseorang menyampaikan celaan dari orang lain kepada orang yang dicela.

Misalnya A mencela B ketika sendirian, tapi diketahui oleh X, lantas X menyampaikan pada B. Bagaimana hukumnya ustadz? Jazākallāhu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh.

Aamiin, semoga juga Anda dan kita semua diberikan hidayah dan taufik Allah ta`ala.

Perbuatan itu tatkala seseorang menyampaikan celaan kepada saudara lainnya sehingga ia marah, begitu pula sebaliknya disampaikan kepada pihak yang lain sehingga keduanya saling marah dan membenci, ini adalah salah satu bentuk namimah/mengadu domba yang dibenci dan salah satu bentuk dari dosa besar yang diharamkan.

Baca Juga:  Doa Sesudah Wudhu Sesuai Sunnah

Dalam hadīts yang diriwayatkan dari Abdullāh bin Masu’d, beliau berkata:

إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ مَا الْعَضْهُ هِيَ النَّمِيمَةُ الْقَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ

Sesungguhnya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang al adhhu?” Beliau melanjutkan, “Yaitu mengadu domba yang disebarkan di antara manusia.” (HR Muslim nomor 4718, versi Syarh Muslim nomor 2606)

Dalam menjelaskan makna namimah, Imam An-Nawawi menjelaskan, “Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.” (Syarh Nawawi LiShahih Muslim 1/214)

Sehingga, tidak diperkenankan seorang muslim melakukan namimah, dan termasuk dari dosa besar, sebagaimana yang Rasulullah ancamkan, “

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak masuk Surga orang yang suka namimah (mengadu domba).” (HR. Muslim)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

“Sesungguhnya manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi kaum dengan muka tertentu dan mendatangi lainnya dengan muka yang lain.” (Hadīts riwayat Bukhāri dari Abū Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Seharusnya, ia berhati-hati untuk menceritakan aib atau kekurangan saudaranya kepada pihak yang berpotensi memunculkan konflik. Jangan sampai perbuatan seseorang memunculkan kemungkaran/kebencian di antara sesama muslim.

Bila memungkinkan mendamaikannya atau menyembunyikan kekurangan masing-masing, dan mencoba meredamkan amarah di antara keduanya dengan berbagai cara yang diperbolehkan serta berusaha memperbaiki hubungan dan kekurangan masing-masing untuk bisa lebih baik lagi maka tentukan ini adalah amalan besar yang telah diperintahkan oleh seorang muslim untuk di lakukan, dalam rangka menjaga ukhuwah islamiyah di antara kaum muslimin. Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 1 Dzulhijjah 1443 H/ 30 Juni 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Urgensi Belajar Adab Sebelum Mempelajari Ilmu Agama

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button