Aqidah

Hukum Meyakini Al-Qur’an Ditulis Oleh Manusia

Hukum Meyakini Al-Qur’an Ditulis Oleh Manusia

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Hukum Meyakini Al-Qur’an Ditulis Oleh Manusia, selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Apa hukumnya seseorang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu ditulis oleh manusia?

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Status Orang yang Meyakini Al-Qur’an Ditulis Manusia

Status orang yang menyatakan bahwa Al Quran ditulis oleh manusia adalah dirinci.

1. Jika ia memaksudkan isi dari mushaf Al Quran ditulis oleh manusia dengan tinta atau materi lain, memang demikianlah kondisinya.

2. Jika ia memaksudkan bahwa Al Quran kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah merupakan hasil rekayasa dan hasil karangan manusia maka ia telah menyatakan kekufuran dengan kesepakatan para ulama.

Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi menyatakan:

ولا خلافَ بين المسلمين أجمعين: أنَّ مَنْ جَحَد آيةً، أو كلمةً مُتَّفقًا عليها، أو حَرْفًا مُتَّفقًا عليه أنه كافر

“Dan tidak ada perselisihan di antara kaum muslimin bahwa siapa yang mengingkari satu ayat, atau satu kalimat yang disepakati (bahwa ia bagian dari Al Quran) atau mengingkari satu huruf yang disepakati maka ia kafir.”

(Hikayatul Munadzarah : 33).

Imam An Nawawi juga menyatakan :

أجمعت الأمَّة: على وجوب تعظيم القرآن على الإطلاق وتنزيهه وصيانته. وأجمعوا: على أنَّ مَنْ جَحَد منه حرفًا مُجْمعًا عليه، أو زاد حرفًا لم يقرأ به أحدٌ، وهو عالمٌ بذلك فهو كافر

“Para ulama umat Islam telah bersepakat akan wajibnya memuliakan Al Quran secara mutlaq, wajib mensucikan dan menjaganya. Mereka juga bersepakat bahwa barangsiapa mengingkari Al Quran satu huruf yang disepakati sebagai bagian dari Al Quran, atau menambah satu huruf yang tidak ada seorangpun membacanya, dalam kondisi ia tahu dan sadar maka ia telah kafir.”

(Majmu’ Syarah Al Muhadzab : 2/193, Syarah Shahih Muslim : 6/88).

Yang demikian karena keimanan terhadap kitab Allah adalah merupakan salah satu dari keenam rukun Iman yang harus diimani oleh setiap orang Islam. Barang siapa mengingkari satu saja dari keenam rukun iman tersebut maka ia telah kafir.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Kamis, 14 Rabiul Awal 1443 H/ 21 Oktober 2021 M


Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Tafsir / Makna Al-Quran Surat Shaad : Ayat 72

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button