KonsultasiUmum

Apa Hukum Merayakan Ulang Tahun Organisasi?

Apa Hukum Merayakan Ulang Tahun Organisasi?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz ijin bertanya, saya tergabung dakam komunitas/club/organisasi motor muslim, sebentar lagi genap 1 tahun usia pendirian komunitas kami.
Bagaimana hukum merayakan milad komunitas ini? acaranya rencana diisi dengan kegiatan otomotif motor, sunatan masal dan ceramah agama .
Sedangkan saya besok diundang oleh panitia untuk sharing pendapat dan masukan untuk rencana kegiatan tersebut.
Jazaakallahu khoiron

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Tidak boleh.
Tidak ada acara milad dalam Islam, tidak ada peringatan tentang kelahiran ataupun perayaan spesial yang berulang-ulang setiap tahunnya kecuali Idhul Fithri & Idul Adha saja.

Baca Juga :  Hukum Menjual Jilbab Gaul dan Tidak Syar'i

Sebagaimana yang diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu ’anhu:

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر

Saat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?’. Warga madinah menjawab: ‘Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang’. Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan ‘Idul Fithri‘ ” (HR Abu Daud 1134)

Baca Juga :  Cara Menjawab Titipan Salam Yang Diajarkan Dalam Islam

Apalagi jika diisi atau dikaitkan dengan agama seperti sunat masal atau ceramah agama.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس فيه فهو رد

“Siapapun yang membuat perkara baru dalam agama ini, maka amalannya tersebut tertolak” (HR Bukhari 2697)

Adapun jika diisi selain urusan agama, seperti memakai topeng tertentu, bernyanyi, dsb. Yang mana hal itu merupakan kebiasaan orang-orang kafir, maka ia terkena larangan untuk tasyabbuh. Sebagaimana disebut dalam hadits

من تشبه بقوم فهو منهم

Siapapun yang menyerupai suatu kaum, maka ia seperti bagian dari kaum tersebut” (HR Abu Daud 4031)

Tidak perlu ke acara seperti itu. Semoga kita bisa menjaga diri dari hal hal yang diharamkan oleh syariat.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
📆 Rabu, 27 Jumadal Akhir 1440H / 06 Maret 2019M

Baca Juga :  Adab Makan Menggunakan Lebih Dari Tiga Jari

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project

Related Articles

Back to top button